Lebak, BantenGate.id– Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen jagung di Lahan Ketahanan Pangan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 840/Golok Sakti yang berlokasi di Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (8/1/2026).
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dengan mengenakan pakaian dinas militer khas TNI AD, Wakasad tampak berbaur dan ikut merasakan kegembiraan para petani saat memanen jagung yang telah menguning dan siap dipanen.
Kegiatan panen jagung ini turut dihadiri Asisten Operasi (Asops) Kasad, Asisten Personel (Aspers) Kasad, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, Kasrem 064/Maulana Yusuf, Danbrigif TP 87/Salaka Nagara, Dandim 0603/Lebak, Kapolres Lebak, perwakilan DPRD Lebak, Kajari Lebak, serta Danyonif TP 840/Golok Sakti.
Dalam sambutannya, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan bahwa keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa lahan yang dikelola dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang optimal.
“Kita melaksanakan panen jagung hari ini, dan ini luar biasa. Tuhan sudah menyiapkan tanah, tetapi kalau tidak kita kerjakan tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Jika kita tanami dan berhasil, insyaallah ada pahala di dalamnya,” ujar Wakasad.

Ia menegaskan, Batalyon TP 840/Golok Sakti merupakan batalyon teritorial pembangunan pertama di Kabupaten Lebak yang berhasil melaksanakan panen jagung dalam skala besar. Menurutnya, hasil tersebut sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto agar kehadiran Batalyon TP mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Batalyon ini sudah menunjukkan hasil yang besar. Inilah yang diinginkan Bapak Presiden, bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan hadir untuk membantu masyarakat melalui program nyata di bidang ketahanan pangan,” jelasnya.
Wakasad juga menyebut Batalyon TP 840/Golok Sakti sebagai “Batalyon TP-nya rakyat Lebak” yang dirancang untuk mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya dalam program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Saya melihat kekompakan yang luar biasa antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Lebak. Ini adalah wujud nyata TNI-Polri hadir untuk rakyat, dan pemerintah daerah bekerja untuk rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI AD atas peran aktifnya dalam mengawal program ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Lebak.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal program strategis nasional tersebut demi kesejahteraan petani.
“Doakan Pak Wakasad selalu diberikan kesehatan dan kemudahan. Insyaallah petani di Kabupaten Lebak, khususnya di Kecamatan Sajira, akan semakin sejahtera,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hasbi juga mengungkapkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak yang membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pemilik lahan sawah di bawah 5.000 meter persegi pada tahun 2026.
“Kebijakan ini untuk meringankan beban petani kecil. Yang memiliki sawah di bawah 5.000 meter persegi tidak perlu membayar pajak, agar petani semakin terbantu dan produktivitas meningkat,” tegasnya.
Kegiatan panen jagung ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Meski diakui membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat, program penanaman jagung tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Selain panen jagung, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 840/Golok Sakti juga menyalurkan bantuan sosial kepada 14 warga sekitar serta melakukan peninjauan ke lokasi peternakan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.—(ridwan)








