Viral Video Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Peras Warga Miskin, Dibekuk Kades Rahong

Viral Video Oknum ASN Dinsos Lebak Diduga Peras Warga Miskin, Dibekuk Kades Rahong

Lebak, BantenGate.id– Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penangkapan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Lebak beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan memicu perbincangan di tengah masyarakat.

Dalam video tersebut disebutkan seorang ASN berinisial SOL diduga dibekuk oleh Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, setelah dituding melakukan pemerasan terhadap warga miskin yang tengah mengurus pemindahan data kesejahteraan sosial.

Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan pemerasan itu berkaitan dengan proses pemindahan status warga dari desil 6 ke desil 5 dalam data kesejahteraan sosial, agar mendapat bantuan berbagai program sosial dari pemerintah.

Desil dalam data BPJS Kesehatan adalah sistem pemeringkatan kesejahteraan rumah tangga (peringkat 1-10) yang digunakan pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima bantuan iuran (PBI), di mana desil 1-4 (termiskin hingga rentan miskin) diprioritaskan mendapat BPJS gratis, sementara angka semakin besar berarti kondisi ekonomi semakin mampu.

Kepala Desa Rahong, Bedi, dalam unggahan video tersebut menyampaikan kemarahannya terhadap tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum ASN tersebut. Dalam pesan yang tersebar di grup WhatsApp, ia menuding SN meminta sejumlah uang dari warga yang tengah mengurus perubahan data kesejahteraan sosial.

“Bangsat..!! Ada oknum pegawai Dinsos yang peras uang dari masyarakat miskin untuk proses pemindahan desil,” tulis Bedi dalam pesan yang beredar pada Jumat (6/3/2026).

Peredaran video tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai pihak. Dugaan praktik pungutan terhadap warga miskin dinilai mencoreng integritas pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan dan penyaluran program bantuan sosial yang seharusnya berpihak kepada masyarakat kurang mampu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Lebak terkait kebenaran informasi yang beredar dalam video tersebut. Pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.–(red)

Pos terkait