Insiden Keributan Bupati dan Wabup Lebak di Acara Halalbihalal, Amir Hamzah Mengaku Tersinggung

Insiden Keributan Bupati dan Wabup Lebak di Acara Halalbihalal, Amir Hamzah Mengaku Tersinggung
Wabup Lebak, Amir Hamzah

Lebak, BantenGate.id — Insiden keributan terjadi antara Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah, dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H/2026 M,  yang digelar pada Senin (30/3/2026). Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik setelah beredar informasi adanya ketegangan di tengah kegiatan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi tersebut.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, saat diwawancarai mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan yang dinilai tidak pantas disampaikan di ruang publik. Ia menyebut kritik terkait kesopanan masih dapat dimaklumi, namun tidak dengan penyebutan hal yang bersifat pribadi dalam forum resmi.

“Kritik soal kesopanan masih kita anggap wajar, tetapi ketika disebut Amir mantan napi kok bisa jadi Wakil Bupati, itu kan menyangkut pribadi. Makanya saya bangkit dan menyampaikan ke Bupati agar tidak berbicara seperti itu,” ujar Amir.

Menurutnya, situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil diredam oleh sejumlah pihak yang berada di lokasi. Ia mengaku sempat ditenangkan oleh kerabat dan istrinya sehingga keributan tidak berlanjut.

“Saya merasa terhina karena di tempat umum menyerang pribadi, tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Pernyataan seperti itu bukan pertama kali disampaikan, bahkan sebelumnya juga pernah muncul bahasa yang menurut saya kurang layak disampaikan dalam forum rapat,” lanjutnya.

Peristiwa tersebut disayangkan oleh sejumlah pihak, mengingat momentum Halal Bihalal semestinya menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, serta menjaga keharmonisan hubungan antar pimpinan daerah.

Direktur voice of Banten, Sudrajat Maslahat, mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Seorang pemimpin harus bijak dalam bertutur kata dan menjaga etika di ruang publik.

“Pemimpin itu harus bijak dalam bertutur kata, tidak boleh menyerang kehormatan orang lain. Kata adalah kasta. Ucapan apa yang keluar dari mulut seseorang menunjukkan tentang siapa dirinya. Tingkat intelektualitas dan ego seseorang dapat diukur dari ucapannya. Ketika seseorang merasa harga dirinya dilecehkan, wajar dia murka,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Lebak terkait insiden tersebut. Diharapkan kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan secara bijak demi menjaga kondusivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.–(red)

Pos terkait