Tanah Datar, BantenGate.id – Wali Jorong Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Reza Elfan, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai seorang warga berinisial ES yang mengaku tidak menerima bantuan pascabencana banjir bandang atau galodo pada November 2025 lalu.
Klarifikasi tersebut disampaikan Reza Elfan di Kantor Wali Nagari Sumpur, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan serta pendistribusian bantuan kepada warga terdampak secara langsung sesuai mekanisme yang berlaku.
“Dalam pendistribusian bantuan maupun pendataan warga terdampak, saya terlibat langsung di posko bencana. Karena itu, kami mengetahui warga yang menerima bantuan, baik berupa sembako, perlengkapan logistik, maupun bantuan dana dari pemerintah daerah dan donatur,” ujar Reza.
Ia membantah pernyataan ES yang menyebut tidak menerima bantuan. Menurutnya, warga berinisial ES telah memperoleh sejumlah bantuan selama masa tanggap darurat.
Selain itu, terkait tuntutan ES mengenai hunian sementara (huntara), Reza menjelaskan bahwa pemberian bantuan tersebut dilakukan berdasarkan hasil verifikasi kerusakan rumah, yakni kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Bantuan juga mempertimbangkan kepemilikan lahan oleh penerima.
“Warga yang mendapatkan bantuan perbaikan rumah atau huntara harus memiliki lahan sendiri. Sementara ES tidak memiliki lahan pribadi maupun rumah milik sendiri, sehingga secara mekanisme tidak dapat direalisasikan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Nagari Sumpur, Bezi Rahmad Agus, membenarkan keterangan yang disampaikan Wali Jorong. Ia menyebut rumah yang ditempati ES bukan milik pribadi, melainkan milik orang tuanya, sementara lahan tempat rumah berdiri juga bukan milik keluarga ES.
“Rumah yang ditempati ES bersama keluarganya bukan miliknya. Rumah itu dibuat oleh orang tua saya, dan lahannya milik orang lain. Saya kecewa dengan unggahan di media sosial yang menuding pemerintah nagari hingga pemerintah daerah tidak memperhatikan warga,” kata Bezi.
Ia berharap informasi yang beredar di media sosial dapat diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait penyaluran bantuan pascabencana banjir bandang di Nagari Sumpur.--(yen)








