Banten Dilirik Investor Global untuk Pengembangan Data Center dan AI

Banten Dilirik Investor Global untuk Pengembangan Data Center dan AI
Gubernur Banten, Andra Soni, Anggota DPD RI, Ade Yuliasih dan CEO Hexavia, Mr. Qimeng Sun.--(foto: BG)

Serang, BantenGate.id – Provinsi Banten kembali menarik perhatian investor global di sektor teknologi. Kali ini, perusahaan teknologi asal Beijing, China, menunjukkan minat untuk mengembangkan data center dan artificial intelligence (AI) di Banten setelah menilai provinsi ini memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, terutama ketersediaan pasokan listrik, sumber daya air, serta akses transportasi yang memadai.

Minat investasi tersebut mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan CEO Hexavia, Mr. Qimeng Sun, bersama rombongan investor di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).

Menurut Andra Soni, rombongan investor sebelumnya telah melakukan penjajakan di sejumlah provinsi di Indonesia. Namun, Banten dinilai paling siap memenuhi kebutuhan dasar pengembangan pusat data yang membutuhkan pasokan energi dan air dalam jumlah besar.

“Mereka memiliki rencana membangun data center di Indonesia. Sudah mengunjungi beberapa provinsi, tetapi dukungan infrastrukturnya belum memenuhi kebutuhan investasi data center. Provinsi Banten sangat strategis,” kata Andra Soni.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin menanamkan modalnya selama mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memberikan dukungan dan memfasilitasi proses investasi agar dapat berjalan dengan baik.

“Kami sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah akan berupaya memfasilitasi semaksimal mungkin para calon investor yang ingin masuk ke Indonesia, khususnya ke Provinsi Banten,” ujarnya.

Kunjungan investor tersebut juga didampingi anggota DPD RI Daerah Pemilihan Banten, Ade Yuliasih, yang tengah menjalankan masa reses. Ia mengatakan, upaya menarik investasi merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat perekonomian daerah.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Andra Soni optimistis realisasi investasi di Banten sepanjang 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Menurutnya, secara geografis Banten memang memiliki daya tarik yang kuat bagi dunia usaha karena berada di kawasan penyangga Jakarta dengan dukungan infrastruktur yang lengkap.

Selain dekat dengan ibu kota, Banten memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jaringan jalan tol yang terhubung ke kawasan industri, pelabuhan, pasokan listrik yang melimpah, sumber daya air yang memadai, serta jumlah penduduk yang besar sebagai potensi tenaga kerja.

Ia menambahkan, sejalan dengan program hilirisasi yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, investasi yang masuk ke Banten diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri bernilai tambah sehingga memberikan dampak lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Kami berharap industri-industri di Provinsi Banten juga mengarah pada hilirisasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui meningkatnya penyerapan tenaga kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan minat investor terhadap pembangunan data center di Banten terus meningkat.

Menurutnya, investor membutuhkan tiga faktor utama, yakni lahan yang memadai, pasokan listrik yang andal, dan ketersediaan sumber daya air.

“Alhamdulillah, ketiga kebutuhan tersebut tersedia di Provinsi Banten,” ujar Virgojanti.

Ia mengungkapkan, sejumlah kawasan telah menjadi lokasi yang diminati investor, di antaranya Cileles, Kabupaten Lebak, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) BSD di Kabupaten Tangerang, kawasan Cikupa, hingga wilayah Serang yang kini mulai dijajaki sebagai lokasi pengembangan baru.

Meski demikian, Virgojanti menilai tantangan terbesar yang harus dipersiapkan Banten bukan lagi pada aspek infrastruktur, melainkan kualitas sumber daya manusia.

“Ke depan, Banten harus mampu menyiapkan SDM yang unggul di bidang teknologi agar kebutuhan industri data center dan artificial intelligence dapat terpenuhi,” pungkasnya.–(red)

Pos terkait