Jaro Oom Kades Kanekes Tegaskan, Homestay Lebak Landeuh Bukan Bagian dari Baduy

Jaro Oom Kades Kanekes Tegaskan, Homestay Lebak Landeuh Bukan Bagian dari Baduy
Kades Kanekes, Jaro Oom

Lebak, BantenGate.id – Jaro Oom, Kepala Desa (Kades) Kanekes, yang juga dikenal sebagai Jaro Pamarentah masyarakat adat Baduy, angkat bicara menyusul viralnya unggahan akun media sosial Dira Mpok Dira yang mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan homestay Kampung Lebak Landeuh di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Unggahan yang beredar di media sosial tersebut menuai perhatian setelah pemilik akun menyampaikan keluhan dengan nada kecewa terhadap pelayanan penginapan yang dikelola YBM PLN. Dalam unggahannya, Dira Mpok Dira, mengeluhkan pelayanan yang dinilai kurang ramah dan tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Kekecewaan yang disampaikan melalui media sosial itu kemudian turut menyeret nama Masyarakat Adat Baduy. Kondisi tersebut membuat Jaro Oom merasa keberatan dan perlu menegaskan, bahwa homestay tersebut berada di luar wilayah Desa Kanekes dan tidak memiliki hubungan atau keterkaitan dengan pemerintahan desa maupun masyarakat adat Baduy.

“Lamun geus rame kieu, nu goreng kabehan. Masyarakat Baduy ka bawa goreng, padahal teu aya hubunganana. Kami menta ka bapa pang luruskeun, supaya informasi teu sesat,” kata Jaro Oom melalui sambungan telepon seluler kepada BantenGate.id, Jumat pagi (9/10/2026).

Home Stay Lebak Landeuh Baduy.–(Foto: ist)

Jaro Oom menegaskan, homestay Kampung Lebak Landeuh yang berlokasi di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, yang dikelola oleh YBM PLN.  Tidak memiliki hubungan kelembagaan dengan masyarakat adat Baduy ataupun Pemerintah Desa Kanekes, bahkan berdirinya home stay tersebut tidak tau.

Menurutnya, Desa Bojongmenteng berbatasan dengan wilayah Desa Kanekes.Tapi, kondisi geografis tersebut tidak serta-merta menjadikan seluruh kegiatan usaha di wilayah sekitar sebagai bagian dari pengelolaan masyarakat adat Baduy.

“Jangan sampai persoalan pelayanan di tempat lain justru membuat nama masyarakat Baduy ikut terbawa,” tegas  Jaro Oom.

Kadisbudpar Lebak, Yosep Mohamad Holis, yang dihubungi melalui pesan WA, Jumat (9/10/2026), belum memberikan  jawaban. Sebelumnya, akun Dira Mpok Dira menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan homestay Lebak Landeuh. Dalam unggahan yang menjadi perhatian warganet tersebut, ia meluapkan kekesalannya terhadap pelayanan yang dinilai tidak ramah, sementara biaya penginapan dianggap mahal dan tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima.

Unggahan bernada protes tersebut kemudian menyebar di media sosial, termasuk TikTok, sehingga memunculkan beragam perhatian dan tanggapan dari warganet.

Keluhan konsumen terhadap layanan penginapan merupakan persoalan yang semestinya ditanggapi oleh pihak pengelola secara terbuka dan profesional. Evaluasi pelayanan, kejelasan tarif, serta komunikasi yang baik dengan pengunjung menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap usaha pariwisata.

Di sisi lain, penyebutan atau keterkaitan suatu lokasi dengan kawasan Baduy perlu disampaikan secara jelas agar masyarakat tidak keliru memahami hubungan antara pengelola usaha, lokasi penginapan, dan masyarakat adat setempat.

Viralnya persoalan ini menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan dan kejelasan identitas pengelola merupakan hal penting bagi usaha penginapan.

Hingga berita ini ditayangkan, Pihak pengelola homestay Lebak Landeuh belum memberikan klarifikasi atau penjeladan terkait keluhan para pengunjung tersebut.–(red)

Pos terkait