TMMD ke-130 Lebak, Satgas TNI-Polri Renovasi Rumah Warga di Citorek Barat

TMMD ke-130 Lebak, Satgas TNI-Polri Renovasi Rumah Warga di Citorek Barat

Lebak, BantenGate.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 mulai melaksanakan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Kapten Inf Slamet dan diikuti personel gabungan dari Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, serta Yonif TP 840. Apel tersebut dilaksanakan untuk memeriksa kesiapan personel, menyampaikan arahan, dan memastikan pembagian tugas sebelum pekerjaan renovasi dimulai.

Usai apel, personel bersiap melaksanakan pekerjaan di lapangan. Koordinasi lintas satuan menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran kegiatan, sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dengan memperhatikan keselamatan kerja dan kualitas hasil pembangunan.

Renovasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 yang diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Melalui program ini, kehadiran TNI bersama unsur terkait diharapkan memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima bantuan.

Pembangunan dan  hingga Penyediaan Air Bersih

Pelaksanaan renovasi rumah warga, menjadi bagian dari rangkaian TMMD ke-130 yang secara resmi dibuka Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, di Desa Citorek Tengah, Kabupaten Lebak, Selasa (13/10/2026).

Dalam pembukaan program tersebut, Daru menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa dengan mengedepankan pemerataan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

TMMD ke-130 tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah perdesaan.

Berdasarkan sasaran program yang telah disampaikan dalam pembukaan TMMD, pekerjaan fisik utama meliputi pengecoran jalan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 3 meter, pembangunan lima titik gorong-gorong, satu titik plat duiker, serta tembok penahan tanah (TPT) berukuran 20 meter x 0,80 meter.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperbaiki aksesibilitas warga, memperlancar mobilitas masyarakat, dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Citorek dan sekitarnya.

Selain itu, program TMMD ke-130 mencakup pembangunan lima titik sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni.

Sasaran tambahan lainnya meliputi pembagian 200 paket sembako, penanaman 1.000 batang pohon, penanaman padi di lahan seluas satu hektare, dan pembangunan satu unit prasasti.

Pada bidang sosial, program ini juga mencakup santunan kepada 100 anak yatim serta kegiatan penanganan stunting yang menyasar 200 orang. Berbagai sasaran tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan akses transportasi, penyediaan sarana air bersih, peningkatan kualitas tempat tinggal, hingga dukungan sosial dan ketahanan pangan.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga memasukkan kegiatan nonfisik sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat.

Kegiatan nonfisik yang direncanakan meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

Program lainnya mencakup pemutaran film dokumenter, penyuluhan reboisasi, dan penyuluhan budi daya ikan air tawar.

Penyuluhan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan, melestarikan alam, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Dengan memadukan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya partisipasi warga dalam menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan.

Keterlibatan personel Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, dan Yonif TP 840 dalam kegiatan renovasi RTLH di Citorek Barat menunjukkan pentingnya sinergi lintas satuan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Lebak.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat, terutama dalam menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan warga.

Keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pembangunan jalan, fasilitas air bersih, maupun renovasi rumah. Pemeliharaan hasil pembangunan dan keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui TMMD ke-130 yang mengusung semangat “Membuka Akses, Menumbuhkan Harapan, Membangun Kemandirian”, pembangunan di wilayah Citorek diharapkan semakin memperkuat aksesibilitas, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendorong kemandirian desa.—(sunarya)

Pos terkait