Lebak, Bantengate.id – Sebanyak 30 pondok pesantren dan 20 sekolah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/10/2026). Dalam momentum tersebut, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan komitmennya untuk menyiapkan beasiswa bagi santri berprestasi guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kontribusi santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Ketua Panitia HSN Kabupaten Lebak, Hayatullah, mengatakan santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan persatuan.
“Kami menekankan kepada santri agar menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dengan landasan dasar ilmu keagamaan,” kata Hayatullah.
Ia juga mengingatkan para santri agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan agama maupun ilmu pengetahuan umum. Menurutnya, penguasaan kedua bidang tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Esensial dari HSN ini adalah para santri mampu beradaptasi dengan zaman dan berani melawan tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan santri, salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi mereka yang memiliki prestasi.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memotivasi para santri untuk semakin giat belajar dan mengembangkan kemampuan, baik dalam pendidikan formal maupun bidang keagamaan.
“Dukungan ini diharapkan dapat memotivasi para santri agar semakin giat belajar dan mampu meraih prestasi di bidang pendidikan formal dan keagamaan,” ujar Amir Hamzah.
Menurutnya, santri memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dan dukungan terhadap santri berprestasi perlu menjadi perhatian bersama.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, ia berharap para santri semakin termotivasi untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, serta melanjutkan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa.
Kegiatan yang melibatkan puluhan pondok pesantren dan sekolah tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat semangat persatuan di kalangan santri dan pelajar di Kabupaten Lebak.
Di antara peserta yang memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Daarussa’adah turut ambil bagian dengan menampilkan marching band dan drum band yang dimainkan oleh para santriwan dan santriwati.
Pengurus Pondok Pesantren Daarussa’adah, Asep Romdoni, mengatakan peringatan Hari Santri menjadi momentum penting untuk menelaah kembali sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya peran santri dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.
Menurutnya, kontribusi santri tidak hanya tercermin dalam perjuangan sejarah, tetapi juga melalui berbagai kegiatan positif yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemajuan masyarakat.
“Alhamdulillah, santri Daarussa’adah turut berkontribusi dalam memperingati Hari Santri Nasional. Saat ini kami menerjunkan marching band dan drum band yang dibawakan oleh para santriwan dan santriwati,” ujar Asep.
Ia menambahkan, Pondok Pesantren Daarussa’adah juga telah menorehkan sejumlah prestasi dalam berbagai kompetisi. Pada 5 Oktober 2026, pihaknya mengaku berhasil meraih juara pertama dalam sebuah ajang tingkat Provinsi Banten.
Selain itu, Daarussa’adah juga meraih juara kedua dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Serang, serta mencatatkan sejumlah prestasi lainnya.
“Selain itu, ada beberapa prestasi lainnya yang berhasil kami torehkan,” katanya.
Sementara itu, Rizqi Aprilia Pratama, mayoret drum band Pondok Pesantren Daarussa’adah, mengaku bangga dapat tampil dalam peringatan Hari Santri Nasional yang menjadi salah satu momentum penting bagi kalangan santri di Indonesia.
Ia mengatakan kesempatan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus menunjukkan kemampuan santri di bidang seni dan keterampilan.
“Sangat termotivasi dengan ditampilkannya drum band dan marching band kami, karena ini momen penting. Maka, kami berupaya tampil semaksimal mungkin dan alhamdulillah performa kami tampil prima,” ujar Rizqi.
Ia berharap partisipasi tersebut dapat menjadi bentuk kontribusi nyata bagi pondok pesantren, masyarakat Kabupaten Lebak, hingga Indonesia.
“Dan kami selaku santri Ponpes Daarussa’adah berharap bisa memberikan kontribusi kepada Ponpes Daarussa’adah, Kabupaten Lebak, dan bahkan negara,” pungkasnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Lebak diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi penggerak bagi peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan potensi santri, serta penguatan peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berkontribusi bagi bangsa.–(otang sunarya)








