Tanah Datar, BantenGate.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Hunian Sementara (Huntara) Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuah Selatan, Kamis (26/2/2026). Pemerintah kecamatan dan nagari bersama warga terdampak bencana galodo menggelar buka puasa bersama sebagai wujud solidaritas dan dukungan moril di tengah masa pemulihan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Batipuah Selatan Muhammad As’ad, Wali Nagari Sumpur Fernando Sutan Sati beserta jajaran pemerintahan nagari, perangkat jorong, serta masyarakat penghuni huntara.
Data pemerintah nagari mencatat, sebanyak 15 kepala keluarga dengan total 69 jiwa dari Jorong Suduik, Jorong Nagari, dan Jorong Seberta saat ini masih menempati hunian sementara pascabencana galodo yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
“Meski masih dalam masa pemulihan, semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat tetap terjaga di bulan suci ini,” ujar Muhammad As’ad.
Ia menambahkan, momentum berbuka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan mental dan spiritual warga yang terdampak bencana.
Menurut As’ad, kebersamaan antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan masyarakat menunjukkan bahwa musibah tidak memudarkan rasa persaudaraan. Justru di tengah keterbatasan, nilai gotong royong dan empati semakin terasa.
Secara sosial, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam proses pemulihan pascabencana. Selain pemulihan fisik berupa pembangunan infrastruktur dan hunian tetap, pemulihan psikososial warga juga menjadi aspek yang tak kalah penting. Interaksi sosial, dukungan emosional, dan kegiatan keagamaan terbukti membantu mengurangi trauma serta menumbuhkan harapan baru bagi penyintas.
Bulan Ramadan sendiri kerap menjadi momentum penguatan solidaritas sosial. Nilai-nilai kepedulian, berbagi, dan kebersamaan yang diajarkan dalam ibadah puasa menjadi energi moral bagi masyarakat untuk tetap optimistis menatap masa depan.
Pemerintah kecamatan dan nagari pun terus berkomitmen mendampingi warga hingga proses pemulihan berjalan tuntas. Doa bersama turut dipanjatkan agar masyarakat terdampak diberikan ketabahan serta kemudahan dalam membangun kembali kehidupan mereka.
“Semoga kebersamaan ini menjadi penguat hati kita semua. Kami berharap masyarakat tetap kompak dan kondisi segera pulih. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan dibalas dengan pahala berlipat ganda,” ungkap As’ad.
Di tengah keterbatasan fasilitas huntara, senyum dan canda anak-anak yang berlarian menjelang waktu berbuka menjadi penanda bahwa harapan tetap tumbuh. Kebersamaan sederhana itu menjadi bukti bahwa solidaritas sosial adalah fondasi utama untuk bangkit dari bencana.–(yen/h)








