Tanah Datar, BantenGate.id – Bupati Tanah Datar Eka Putra, bersama Tim Safari Ramadan mengunjungi Masjid Jihad Kawai, Nagari Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kamis (26/2/2026) malam.
Bupati Eka Putra menegaskan bahwa Safari Ramadhan merupakan sarana menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan informasi pembangunan daerah secara langsung kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati memberikan penjelasan dan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan warga. Ia juga memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kebaikan.
“Tanamlah pohon, jangan tanam kebencian,” ujar Bupati.
Menurutnya, menanam pohon merupakan simbol kehidupan dan harapan. Pohon tumbuh perlahan, berakar kuat, dan memberi manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, kebencian hanya akan melahirkan perpecahan dan merusak persaudaraan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk terus menjunjung tinggi falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah sebagai pedoman hidup masyarakat Minangkabau.
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila terjadi kiamat sementara di tanganmu ada benih tanaman, maka tanamlah.’ Ini mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang optimistis dan membangun,” ungkapnya.
Bupati mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum menyucikan hati, mempererat ukhuwah, serta menanam nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tanah Datar ini adalah rumah kita bersama. Rumah ini akan kokoh apabila pondasinya adalah persaudaraan. Mari jadikan Ramadhan sebagai titik tolak mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” tuturnya.
Ia menambahkan, anugerah alam yang subur dan indah di Tanah Datar harus dijaga bersama. Menanam pohon bukan hanya bagian dari pelestarian lingkungan, tetapi juga pendidikan karakter bahwa setiap kebaikan yang ditanam hari ini akan dipetik hasilnya di masa depan.
Ketua Pengurus Masjid, Syafriwal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia menjelaskan, Masjid Jihad Kawai yang berdiri sejak 1819 hingga kini tetap aktif menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan.
“Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid ini juga menjadi pusat wirid, pengajian, dan TPA bagi anak-anak di sekitar masjid,” ujarnya.
Tak hanya sebagai pusat ibadah, lanjut Syafriwal, masjid juga berperan dalam pelayanan sosial kemasyarakatan. Pengurus dipercaya mengelola layanan air bersih yang saat ini telah melayani 110 kepala keluarga. Selain itu, masjid juga memiliki fasilitas ambulans serta pandam pakuburan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Ia menambahkan, Masjid Jihad Kawai saat ini tengah menjalani renovasi keempat dengan total anggaran sekitar Rp2 miliar. Pendanaan bersumber dari swadaya masyarakat ranah dan rantau, jamaah, serta hibah pemerintah.
“Hingga saat ini kami masih menghimpun dana untuk penyelesaian pembangunan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syafriwal turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat kepada Bupati, di antaranya perbaikan saluran irigasi, kelangkaan pupuk bersubsidi, rehabilitasi 12 rumah adat yang tersisa, serta penanganan kasus pencurian hasil pertanian yang dinilai semakin marak.-
Hadir dalam rombongan Safari Ramadhan tersebut Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Kesehatan, Kabag Prokopim, Kabag Kesra, Ketua Tim Percepatan Pembangunan, Kepala Bank Nagari Batusangkar, Kabid Trantibum, dan Direktur RSUD Prof. M. Ali Hanafiah. Selain itu, Camat Lintau Buo Utara beserta Forkopimca, Wali Nagari Batu Bulek dan perangkat, Ketua KAN dan BPRN Nagari Batu Bulek.–yen)








