Lebak, BantenGate.id — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Provinsi Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada stabilitas harga bahan pangan, khususnya komoditas perikanan. Pantauan di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (31/01/2026), menunjukkan harga ikan laut dan ikan air tawar kompak mengalami kenaikan dengan besaran yang bervariasi.
Kenaikan harga ini dipicu oleh terganggunya pasokan akibat cuaca buruk. Nelayan mengalami kesulitan melaut, sementara produksi ikan air tawar juga menurun karena faktor penyakit dan kematian ikan di sejumlah sentra budidaya.
Sejumlah komoditas ikan laut seperti cumi-cumi, ikan kembung, udang, tenggiri, hingga ikan kue tercatat mengalami lonjakan harga rata-rata sekitar Rp20.000 per kilogram. Bahkan, beberapa jenis ikan mengalami kenaikan lebih tinggi. Sementara itu, harga ikan mas naik dari sebelumnya Rp35.000 menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang ikan laut di Pasar Rangkasbitung, Evi (36 tahun), mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, cuaca ekstrem menyebabkan pasokan ikan berkurang drastis karena nelayan tidak berani melaut.
“Cumi dari harga Rp60.000 sekarang jadi Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram. Ikan kembung dari Rp35.000 naik jadi Rp40.000 bahkan ada yang Rp50.000. Udang juga naik dari Rp40.000 jadi Rp50.000 sampai Rp100.000, tenggiri dari Rp100.000 jadi Rp120.000,” ujar Evi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan omzet pedagang hingga mencapai 50 persen. Banyak pembeli memilih menunda atau mengurangi pembelian setelah mengetahui harga ikan melonjak.
“Pembeli sebenarnya ada, tapi banyak yang mundur setelah tanya harga. Omzet turun sekitar 50 persen,” katanya.
Evi menjelaskan, pasokan ikan laut di Pasar Rangkasbitung selama ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Labuan, Pontang (Serang), Panimbang, hingga Jakarta. Ia berharap cuaca segera membaik agar pasokan kembali normal dan harga bisa stabil.
“Dari Labuan ada, dari Pontang Serang ada, dari Panimbang ada, dari Jakarta juga ada,” tuturnya.
Kenaikan harga juga dirasakan pedagang ikan air tawar. Yadi Mulyadi, pedagang ikan mas, menyebutkan harga ikan mas naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
“Kenaikan ini karena di daerah Cirata banyak ikan yang mati akibat penyakit, jadi stok berkurang,” ujarnya.
Menurut Yadi, kondisi tersebut berdampak pada turunnya daya beli masyarakat dan menyebabkan pendapatan pedagang menurun sekitar 30 persen. Banyak konsumen mengeluhkan mahalnya harga ikan.
“Konsumen banyak yang mengeluh karena harganya mahal,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Yuni (42 tahun warga) warga Cijoro, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian ikan akibat kenaikan harga. Ia menyebut harga ikan kembung yang biasa dibeli Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi Rp40.000.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang paling setengah kilo. Harapannya sih harga bisa turun lagi,” tutup Yuni.--(ridwan)








