Ditinjau Dinas PUPR Sejak 2025, Jembatan Cigirilaya  Malingping  Utara Masih Rusak

Ditinjau Dinas PUPR Sejak 2025, Jembatan Cigirilaya  Malingping  Utara Masih Rusak
Tim S\dari Dinas PUPR Lebak saat menunjau kondisi jembatan Cigirilaya pada Agustus 2025 lalu.--(foto: dok desa Mlp Utara)

Lebak, BantenGate.id — Aksi gotong royong masyarakat Desa Malingping Utara dan Desa Sanghiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang membangun jembatan darurat di atas Kali Cigirilaya kembali menyita perhatian publik. Pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan secara swadaya pada Minggu (4/1/2026), menyusul belum adanya realisasi pembangunan jembatan permanen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Malingping Utara, Budi Angkat Purwondo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah bergotong royong membangun jembatan darurat menggunakan material batang pohon kelapa.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong membangun jembatan darurat. Ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap akses vital desa,” kata Budi kepada Redaksi BantenGate.id melalui sambungan seluler, Selasa (6/1/2026).

Budi menjelaskan, kerusakan jembatan Kali Cigirilaya sebenarnya telah lama dilaporkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Bahkan, pada Agustus 2025 lalu, perwakilan pejabat dari Dinas PUPR Lebak bersama konsultan telah meninjau langsung lokasi jembatan tersebut.

“Saat itu disampaikan rencana pembangunan akan dilakukan pada akhir tahun anggaran 2025, sekitar November–Desember. Namun hingga kini belum ada realisasi,” katanya.

Tim dari DInas PUPR Lebak, saat meninjau jembatan Cigirilaya, Malingping Utara.–(foto: dok desa Mlp Utara)

Ia berharap, usulan pembangunan jembatan permanen yang diajukan Pemerintah Desa Malingping Utara dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Menurut Budi, jalan poros desa dan jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas perekonomian warga karena menjadi akses penghubung Desa Malingping Utara, Desa Sanghiang, Desa Rahong, Citeureup, Bolang, Jembatan Kayu, hingga menuju jalan raya Provinsi Banten (Saketi–Malingping).

“Untuk jalan desa sepanjang 2,5 kilometer, dari Kampung Pasir Haur hingga Jembatan Kali Cigirilaya, sudah dibangun pada akhir tahun 2025 melalui program Bang Andra,” kata Budi.

Sementara itu, Penjabat Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriyandi, maupun Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Hamdan, yang dihubungi melalui sambungan seluler pada Senin (5/1/2026), tidak memberikan tanggapan.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Desa Malingping Utara dan Desa Sanghiang bergotong royong membangun jembatan darurat di atas Kali Cigirilaya dengan bentang sekitar 7 meter dan lebar 3 meter pada Minggu (4/1/2026). Material yang digunakan berupa batang pohon kelapa, dengan dana yang dikumpulkan secara sukarela.

Menurut Abah Uding, Ketua RT 011 Desa Malingping Utara, jembatan tersebut awalnya dibangun oleh pemerintah sekitar tahun 2000. Namun sejak dibangun, jembatan itu tidak pernah mendapatkan perawatan maupun rehabilitasi hingga akhirnya mengalami kerusakan parah.

“Sekitar Juli 2024, jembatan mulai ambruk akibat tergerus derasnya aliran air. Saat itu masih bisa dilewati kendaraan roda dua, tetapi kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas,” ujar Abah Uding.— (ua muhi/red)

Pos terkait