Lebak, BantenGate.id – Dugaan penyajian menu yang dinilai tidak layak kembali mencuat di Dapur SPPG Tambakbaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Paket makanan yang dibagikan dilaporkan hanya berisi roti tawar, tiga butir telur, dan beberapa buah jeruk untuk konsumsi selama tiga hari.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun, sejumlah buah jeruk dalam paket tersebut tampak kurang segar. Selain itu, komposisi menu dinilai tidak sesuai dengan standar kebutuhan gizi harian. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kelayakan konsumsi serta pengawasan dalam proses distribusi makanan.
Perwakilan SPPG Tambakbaya, Rizki Ardahi, saat dikonfirmasi tim wartawan dari organisasi Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWI) Lebak, Selasa (24/2/2026) pagi, membenarkan adanya kekurangan satu item dalam paket menu yang dibagikan.
“Izin konfirmasi pak, memang kurang satu item saja dan sudah kami konfirmasi kepada seluruh kader posyandu SPPG saya pak. Satu item itu seharusnya ada bubur kacang hijau, air gula merah, sama santan terpisah. Kekurangannya itu ada dalam bahan kacang hijau. Untuk menindaklanjuti pergantian yang kurangnya itu maka dikirimkan lagi hari ini. Untuk kurangnya item akan digantikan dengan kacang telur,” ujar Rizki.
Ia menyebutkan, kekurangan tersebut terjadi karena kendala pada bahan baku kacang hijau. Pihaknya mengklaim penggantian item yang kurang telah dijadwalkan untuk didistribusikan pada hari yang sama.
Meski demikian, sejumlah pihak mendesak agar dilakukan audit menyeluruh serta klarifikasi terbuka terkait standar anggaran dan kualitas menu yang disajikan. Transparansi pengelolaan dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tidak merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil evaluasi maupun langkah pengawasan lanjutan terhadap dapur SPPG Tambakbaya.–(red)








