Lebak, BantenGate.id — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak akan menggelar program pasar murah menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini dilaksanakan di 28 kecamatan sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga miskin ekstrem dan kelompok rentan.
Kepala Disperindag Kabupaten Lebak, Rully Edward, mengatakan pasar murah akan digelar secara bertahap di masing-masing kantor kecamatan. Pembukaan perdana direncanakan berlangsung di Plaza Rangkasbitung dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Lebak.
“Program ini merupakan bagian dari langkah pengendalian inflasi dan upaya pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan. Biasanya, menjelang hari besar keagamaan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, sehingga pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terjangkau,” ujar Rully kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Rully menjelaskan, mekanisme pasar murah menggunakan sistem kupon yang diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan rentan. Namun, ia menegaskan bahwa program ini bukan merupakan bantuan sosial (bansos), melainkan subsidi harga.
“Kupon dibagikan oleh pihak kecamatan melalui pemerintah desa kepada masyarakat yang berhak. Masyarakat tetap membeli bahan pokok, hanya saja harganya sudah disubsidi. Jika kupon tidak terpakai, bisa dialihkan kepada warga lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, menambahkan bahwa pada pasar murah kali ini Pemkab Lebak menyediakan dua jenis paket, yakni paket sembako dan paket telur.
Paket sembako terdiri atas beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan tepung terigu 1 kilogram. Paket tersebut dijual kepada masyarakat seharga Rp87.000 setelah mendapatkan subsidi sebesar Rp29.000.
“Sedangkan paket telur 1 kilogram dijual seharga Rp20.000 dari harga pasar sekitar Rp27.500, dengan nilai subsidi Rp8.000,” kata Yani.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang membeli paket sembako dan paket telur secara bersamaan, cukup menyiapkan dana sebesar Rp107.000.
Untuk jumlah kupon, Disperindag Lebak menyediakan sebanyak 17.500 kupon paket sembako dan 8.000 kupon paket telur.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lebak menunjuk PT Lebak Niaga sebagai penyedia utama kebutuhan bahan pokok pasar murah berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup). Selain itu, sejumlah pelaku UMKM lokal juga dilibatkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“BUMD ditunjuk sebagai pelaksana pasar murah sesuai dengan ketentuan Perbup. Harapannya, inflasi daerah dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Yani.
Terpisah, Direktur Utama PT Lebak Niaga, Ilham Akbar, membenarkan bahwa pihaknya ditunjuk sebagai penyedia kebutuhan bahan pokok dalam program pasar murah menjelang Ramadan tersebut.--(ridwan)








