KAHMI Konsolidasi di Cihara Lebak, Alumni HMI Siap Dukung DOB Kabupaten Cilangkahan

KAHMI Konsolidasi di Cihara Lebak, Alumni HMI Siap Dukung DOB Kabupaten Cilangkahan

Lebak, BantenGate.id– Ratusan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) menggelar konsolidasi intelektual dalam momentum Lebaran 2026 di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, Senin (23/3/2026). Kegiatan bertajuk “Silaturahmi dan Halal bi Halal Insan Cita Pakidulan” itu menjadi ruang temu diaspora alumni dari berbagai kota di Indonesia.

Alumni yang hadir datang dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Lampung. Mereka terdiri dari beragam latar belakang profesi, mulai dari akademisi, praktisi hukum, teknokrat, hingga pengusaha.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum konsolidasi potensi sumber daya manusia (SDM) dalam rangka mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cilangkahan. Para alumni sepakat menyatukan visi untuk mengawal lahirnya daerah baru yang mandiri dan bermartabat.

Ketua Komunitas Kamus Sunda Banten sekaligus tokoh pendidik, Ocit Abdurrosyid Siddiq, dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan manifestasi kehendak bebas suatu komunitas dalam menentukan arah masa depannya.

“Kami yang dulu ditempa di berbagai disiplin ilmu dan kampus di seluruh Indonesia, kini terpanggil secara moral, sosial, dan politik. Potensi yang terserak ini harus dihimpun dalam satu visi agar pembangunan Cilangkahan tidak gagap,” ujarnya.

Menurut Ocit, Cilangkahan tidak boleh hanya menjadi entitas administratif semata, melainkan harus tumbuh sebagai entitas peradaban yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga membacakan “Deklarasi Cihara”, yang berisi komitmen KAHMI untuk menjadi mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah Banten Selatan.

Selain itu, KAHMI mulai memetakan potensi kepakaran alumni ke dalam lima klaster strategis, yakni; tata kelola pemerintahan, ekonomi maritim, infrastruktur, pendidikan, serta visi etis dan budaya. Langkah ini diproyeksikan sebagai fondasi awal penyusunan blueprint atau “Buku Putih” pembangunan Kabupaten Cilangkahan berbasis kajian ilmiah.

“Urang kudu masagi, ulah nepika poekeun obor di imah sorangan (kita harus serba bisa, jangan sampai kehilangan pelita di rumah sendiri),” kata Ocit menutup orasinya.

Konsolidasi di pesisir Cihara ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat di wilayah Cilangkahan untuk memperkuat sinergi dalam menyongsong terbentuknya daerah otonomi baru yang telah lama diperjuangkan.–(ridwan)

Pos terkait