Tangerang, BantenGate.id — Di tengah riuh anak-anak sekolah dasar yang bermain dan belajar, berdirilah bangunan sederhana namun sarat makna: Musala Belimbing Manis. Terletak di lingkungan SDN Belimbing 1, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, musala ini diresmikan langsung oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Senin (14/7/2025).
Namun lebih dari sekadar peresmian bangunan, hari itu menjadi momen yang menyatukan warga, guru, orang tua, dan para siswa dalam haru dan syukur. Musala ini lahir dari semangat gotong royong—bukan dari proyek besar atau anggaran mewah, melainkan dari kebersamaan dan kepedulian warga terhadap pentingnya tempat ibadah di lingkungan sekolah.
“Musala ini bukan hanya bangunan, tapi cerminan semangat kebersamaan warga Desa Belimbing. Mereka bergotong royong, saling membantu, dan memperlihatkan betapa kuatnya ikatan sosial di antara kita,” ujar Bupati Maesyal, disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Musala yang diberi nama “Belimbing Manis” ini memang manis, bukan hanya dari namanya, tetapi juga dari cerita di balik pembangunannya. Warga menyumbang seikhlasnya, para guru dan orang tua ikut ambil bagian, dan anak-anak kini memiliki ruang spiritual di samping ruang belajar mereka.
“Insya Allah, kehadiran musala ini akan menjadi tempat membentuk karakter, tempat anak-anak belajar agama, dan menanamkan nilai moral serta spiritual sejak dini. Ini penting, karena pendidikan bukan hanya soal ilmu, tapi juga akhlak,” lanjut Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus memperkuat ekosistem pendidikan, baik dari sisi infrastruktur maupun pembiayaan. Salah satunya melalui program sekolah gratis untuk jenjang SD dan SMP swasta, yang mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026.
“Baru 128 SMP dan 51 desa yang kita gratiskan. Setiap tahun akan kita tambah. Mudah-mudahan dalam 3–4 tahun ke depan semua anak-anak kita di SD dan SMP swasta bisa sekolah tanpa beban biaya,” katanya.
Ia mengajak pihak sekolah dan yayasan penerima program sekolah gratis untuk mengelola bantuan dengan tanggung jawab, demi kelancaran proses belajar-mengajar.
“Kami ingin memastikan tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta bisa memberikan layanan pendidikan yang baik tanpa memberatkan orang tua,” tambahnya.
Bupati juga berharap agar Musala Belimbing Manis bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk salat, tapi juga kegiatan keagamaan dan sosial, seperti tadarus, pengajian, bimbingan akhlak, hingga aktivitas komunitas warga.
“Saya titip musala ini. Rawat bersama, makmurkan, dan jadikan tempat ini sebagai cahaya di lingkungan sekolah dan desa,” tutupnya.–(red)