Pemkab Tanah Datar Bahas Dana TKD untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Pemkab Tanah Datar Bahas Dana TKD untuk Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Tanah Datar, BantenGate.id — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) menggelar audiensi dan dialog bersama awak media terkait penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahap pertama untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna UPT SMPN 2 Batipuh Selatan, Senin (19/10/2026), dan dihadiri perwakilan Dinas Kominfo, jajaran Dinas KUKMP, serta wartawan media cetak dan daring yang bertugas di Kabupaten Tanah Datar.

Perwakilan Dinas Kominfo Tanah Datar, Efrison, menyampaikan bahwa daerah tersebut menerima alokasi dana TKD sekitar Rp126,87 miliar. Hingga saat kegiatan berlangsung, realisasi keuangan tercatat sekitar Rp50,13 miliar atau 39,51 persen, sedangkan realisasi fisik mencapai 42,34 persen.

“Salah satu yang mendapat dana tersebut adalah Dinas KUKMP sebesar Rp765 juta, dan hari ini dilaksanakan pelatihan digitalisasi bagi UMKM dan pemberian bantuan bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Sekretaris Dinas KUKMP Tanah Datar, Busnika Hamdi, mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah setelah bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi pada November 2025.

Menurutnya, program pemulihan dilaksanakan di sembilan nagari yang tersebar di lima kecamatan melalui dua kegiatan utama, yakni peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan serta pemberian bantuan peralatan dan perlengkapan usaha sesuai kebutuhan.

Busnika menjelaskan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui tiga paket pelatihan.

Pertama, pelatihan peningkatan kualitas dan nilai tambah produk UMKM yang telah berlangsung pada 5–6 Agustus 2026. Materinya mencakup peningkatan mutu produk, diversifikasi dan inovasi, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan, terutama bagi pelaku usaha kuliner.

Kedua, pelatihan digitalisasi pemasaran produk UMKM yang dijadwalkan pada 19–20 Oktober 2026. Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang pemasaran melalui media sosial, pemanfaatan lokapasar (marketplace), serta pembuatan konten promosi dan foto produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketiga, pelatihan peningkatan kualitas kemasan, label, dan kantong kertas (paper bag) yang dijadwalkan pada 22–23 Oktober 2026. Materinya meliputi desain kemasan yang menarik dan fungsional, penyusunan label sesuai ketentuan, serta penggunaan kantong kertas sebagai kemasan pendukung untuk meningkatkan daya tarik produk.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas KUKMP Tanah Datar, Doni, SE, mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp466 juta untuk program bantuan peralatan usaha.

Bantuan tersebut mencakup dua paket peralatan produksi sederhana bagi 148 UMKM, yakni peralatan non-elektronik, seperti wajan dan panci, serta peralatan elektronik, seperti pengaduk adonan (mixer) dan blender.

Menurut Doni, proses pengadaan peralatan masih berlangsung dan direncanakan selesai pada minggu keempat Oktober 2026. Program tersebut juga mencakup bantuan bahan kemasan, label, atau kantong kertas yang diperuntukkan bagi 100 UMKM sektor kuliner.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas tampilan produk, memperkuat identitas usaha, serta menambah nilai jual produk yang dipasarkan kepada konsumen,” ujarnya.

Doni menambahkan, melalui rangkaian pelatihan dan bantuan peralatan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM semakin mandiri, produktif, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya saing UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Datar pascabencana.–(murni yenti)

Pos terkait