Pemkab Tangerang Resmikan Tugu Titik Nol sebagai Zona Literasi Digital dan Technopark

Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang meresmikan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang sebagai Zona Literasi Digital, Kamis (15/1/2026). Peresmian ini menandai pemanfaatan kawasan ikonik tersebut sebagai ruang publik berbasis edukasi dan teknologi informasi. Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli, mengatakan Tugu Titik Nol tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol identitas, arah pembangunan, serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang. “Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujar Firzada. Tugu Titik Nol yang dibangun pada tahun 2025 ini memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi. Kawasan tersebut kini dimanfaatkan sebagai Zona Literasi Digital dan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut menjadi Technopark. Sebagai Zona Literasi Digital, area Tugu Titik Nol telah dilengkapi dengan fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta berbagai sarana pendukung literasi digital lainnya yang menunjang kegiatan edukasi dan pembelajaran berbasis teknologi. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menyebutkan bahwa peresmian ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Tugu Titik Nol kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi publik. “Kami berharap kawasan ini dapat berkembang sebagai ruang edukasi, ruang interaksi sosial, dan ruang publik yang inklusif. Zona Literasi Digital ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan informasi di era digital,” kata Erwin. Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, serta sejumlah pelajar yang diperkenalkan langsung dengan berbagai fasilitas literasi digital yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pengembangan kompetensi digital.--(red)

Tangerang, BantenGate.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang meresmikan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang sebagai Zona Literasi Digital, Kamis (15/1/2026). Peresmian ini menandai pemanfaatan kawasan ikonik tersebut sebagai ruang publik berbasis edukasi dan teknologi informasi.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli, mengatakan Tugu Titik Nol tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol identitas, arah pembangunan, serta kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujar Firzada.

Tugu Titik Nol yang dibangun pada tahun 2025 ini memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi. Kawasan tersebut kini dimanfaatkan sebagai Zona Literasi Digital dan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut menjadi Technopark.

Sebagai Zona Literasi Digital, area Tugu Titik Nol telah dilengkapi dengan fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta berbagai sarana pendukung literasi digital lainnya yang menunjang kegiatan edukasi dan pembelajaran berbasis teknologi.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menyebutkan bahwa peresmian ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Tugu Titik Nol kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi publik.

“Kami berharap kawasan ini dapat berkembang sebagai ruang edukasi, ruang interaksi sosial, dan ruang publik yang inklusif. Zona Literasi Digital ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan informasi di era digital,” kata Erwin.

Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, serta sejumlah pelajar yang diperkenalkan langsung dengan berbagai fasilitas literasi digital yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pengembangan kompetensi digital.–(red)

Pos terkait