Poros Jalan Rangkasbitung–Malingping Rusak Parah, Waktu Tempuh Membengkak hingga 2,5 Jam

Poros Jalan Rangkasbitung–Malingping Rusak Parah, Waktu Tempuh Membengkak hingga 2,5 Jam
Sudrajat Maslahat.--

Lebak, BantenGate.id — Kondisi jalan poros Rangkasbitung–Cileles–Gunungkencana–Malingping kian memprihatinkan. Jalur utama dan terdekat yang menghubungkan Ibu Kota Kabupaten Lebak dengan wilayah Lebak Selatan itu mengalami kerusakan parah di sejumlah titik, mulai dari lubang besar hingga erosi badan jalan.

Direktur Voice of Banten, Sudrajat Masalahat, mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada ruas setelah Kecamatan Cileles menuju Gunungkencana. Di sepanjang jalur tersebut, lubang jalan dengan kedalaman bervariasi tersebar hampir di setiap segmen, sehingga memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan.

“Kerusakan terjadi di banyak titik. Lubang-lubang jalan cukup dalam dan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua,” kata Sudrajat, Sabtu (7/2/2026).

Poros jalan Rangkasbitung – Malingping, di daerah Muaradua, longsor.–(foto: ist)

Akibat kondisi tersebut, waktu tempuh yang normalnya sekitar 1,5 jam kini membengkak menjadi 2 hingga 2,5 jam, khususnya bagi pengguna kendaraan roda empat. Perlambatan arus lalu lintas tak terhindarkan, terlebih pada jam sibuk dan akhir pekan.

Poros Rangkasbitung–Malingping merupakan jalur strategis yang menghubungkan pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dengan kawasan Lebak Selatan. Jalan ini melintasi sejumlah kecamatan, seperti Cileles dan Gunungkencana, hingga Malingping, serta terhubung ke wilayah Bayah dan Cilograng. Selain menjadi akses utama mobilitas masyarakat, jalur tersebut juga berperan penting dalam distribusi barang dan aktivitas perekonomian.

Secara administratif, ruas jalan tersebut merupakan gabungan jalan provinsi dan jalan kabupaten yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak, dengan panjang keseluruhan sekitar 97 kilometer.

Kondisi jalan dinilai semakin berbahaya saat hujan turun. Banyak lubang tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Masyarakat menilai infrastruktur jalan merupakan prasarana dasar yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Jalan yang layak tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengguna serta kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Sejumlah warga juga menyinggung slogan pembangunan daerah Lebak Ruhay yang dinilai perlu dibuktikan melalui langkah nyata di lapangan. Perbaikan jalan strategis seperti poros Rangkasbitung–Malingping disebut sebagai indikator keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Tingginya mobilitas masyarakat membuat kondisi jalan ini sangat krusial, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, saat volume kendaraan biasanya meningkat signifikan,” tegas Sudrajat.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten segera melakukan penanganan serius. Perbaikan dinilai mendesak agar kerusakan tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan. (red)

Pos terkait