Lebak, BantenGate.id – Ruas jalan Tanjakan Cariang di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan setelah memicu kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang menanjak dan turunan curam dinilai membahayakan, terutama bagi wisatawan yang akan menuju destinasi wisata Pantai Sawarna di wilayah Banten Kidul.
Peristiwa terbaru, kecelakaan menimpa rombongan wisatawan asal Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menggunakan kendaraan mikrobus pada Selasa (24/3/2026). Sopir bus tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dalam turunan dan kemudian rem blong, sehingga masuk jurang. Sekitar 15 orang penumpang mengalami luka serius dan dilarikan ke Puskesmas Bayah untuk mendapatkan perawatan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
Tanjakan Cariang sendiri merupakan akses utama menuju kawasan wisata Sawarna dari arah Bayah. Pengendara yang melintas harus menghadapi turunan tajam saat menuju pantai, serta tanjakan ekstrem ketika kembali ke arah Bayah.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan. Wisatawan diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur tersebut, terutama pada sistem pengereman dan mesin.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komarasuksma, mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur di titik rawan tersebut.
“Jalan Tanjakan Cariang sebenarnya sudah lama direncanakan untuk diperbaiki dari mulai tanjakan kedua hingga ke bawah sampai area persawahan, dan kemudian dibuatkan belokan,” ujar Erwin, Rabu (25/3/2026).
Ia juga mengungkapkan wacana alternatif lain, yakni membuka jalur pintas di sisi atas jalan. Alternatif kedua, jalan di atas ke kiri yang dulunya jalan setapak direncanakan menjadi jalan pintas. Waktu itu sempat akan dikerjakan oleh almarhum Haji Irja Karis, namun batal.
Menurut Erwin, sudah banyak korban kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut, sehingga pembenahan tidak bisa lagi ditunda.
“Saya mengusulkan kepada Bupati Lebak agar Tanjakan Cariang ini segera dibenahi, karena terlalu curam dan membahayakan,” tegasnya.–(ridwan)








