
Serang, Banten Gate.id –
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten menggandeng 22 Finalis Kang dan Nong Provinsi Banten Tahun 2022 sebagai Duta Peduli Stunting untuk ditugaskan menjadi influencer dan mengkampanyekan pencegahan stunting di masyarakat.
Ketua PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan, peran dari finalis Kang dan Nong sebagai Duta Peduli Stunting sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat secara luas terkait pola hidup sehat agar terhindar dari potensi terjadinya stunting sekaligus menjadi influencer dalam pencegahan stunting.
“Mengedukasi akan pentingnya melakukan proses stimulasi pada anak-anak yang berbasis pengayaan lingkungan, pemberian makanan bergizi seimbang dan beragam, serta menjaga anak terhindar dari infeksi lingkungan, akan membentuk lingkungan masyarakat yang sehat dan bersih,” jelas Tine Al Muktabar usai Pembekalan Pencegahan Stunting Bagi Generasi Muda Kepada Finalis Kang dan Nong Provinsi Banten Tahun 2022 di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Rabu (28/9/2022).
Selain menggandeng 22 Finalis Kang dan Nong, Tine juga akan menyelenggarakan sekolah peduli stunting yang diikuti 1.300 kader di 90 lokus stunting di Provinsi Banten dimana dalam kegiatannya akan bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI), khususnya Fakultas Kedokteran dengan metode pengajaran Massive Open Online Courses (MOOCS).
“Dimana nantinya kader bisa mengikuti topik-topik dari berbagai narasumber yang pakar secara mandiri sesuai dengan waktu dan kemampuannya masing-masing. Artinya kader bisa mengulangi topik mata pelajaran sesuai dengan kemampuannya yang dikemas dengan materi-materi yang sederhana namun masuk pada kunci-kunci dalam proses penurunan stunting,” jelasnya.
Selain itu juga Kata ia, pada minggu kedua di bulan Oktober 2022, akan melakukan peluncuran Program Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Banten dimana Program ini merupakan proses input data sebagai proses monitoring atau pendampingan keluarga.
“Jadi nanti akan dibuatkan pelaporan melalui aplikasi, sehingga dengan itu kita dapat memonitoring perkembangannya secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, finalis Nong asal Pandeglang, Asmara mengungkapkan, apa yang menjadi gagasan PKK di atas sangat bagus untuk dilaksanakan, sehingga menempatkan dirinya tidak hanya sebagai duta pariwisata, tetapi juga duta pembangunan.
“Kita bakal ikut serta dalam program yang diadakan untuk pencegahan stunting, dengan harapan bisa mengurangi kemungkinan stunting,” ucapnya. ***(red.)