Gubernur Banten Andra Soni Percepat Normalisasi Sungai Cirarab Cegah Banjir Tangerang Raya

Gubernur Banten Andra Soni Percepat Normalisasi Sungai Cirarab Cegah Banjir Tangerang Raya

Tangerang, BantenGate.id– Gubernur Banten Andra Soni mempercepat normalisasi Sungai Cirarab guna mencegah banjir yang kerap melanda wilayah Tangerang Raya, khususnya Pasar Kemis (Kabupaten Tangerang) dan Periuk (Kota Tangerang).

Peninjauan dilakukan pada Selasa (24/2/2026) sebagai tindak lanjut rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC2), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Normalisasi dilakukan menyusul pendangkalan sungai yang diduga menjadi salah satu penyebab meluapnya air saat curah hujan tinggi.

“Sepanjang Sungai Cirarab ini harus dinormalisasi. Kalau tidak, daya tampung airnya sangat terbatas dan saat musim hujan masyarakat masih berpotensi terdampak banjir,” ujar Andra Soni di lokasi.

Ia menegaskan, normalisasi harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar kapasitas sungai kembali optimal. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa parsial, melainkan membutuhkan langkah komprehensif dan kolaboratif.

Andra Soni juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Saya minta kepada masyarakat, jangan membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Mari kita jaga bersama,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan, pihaknya telah menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung percepatan normalisasi. Tindak lanjut pekerjaan dimulai pada 3 Februari 2026.

“Segmen kewenangan provinsi sepanjang 700 meter sudah kami selesaikan. Kami juga membantu percepatan di segmen Kota Tangerang agar penanganannya lebih cepat,” ujar Arlan.

Secara keseluruhan, normalisasi Sungai Cirarab dilakukan sepanjang 4,85 kilometer dengan pembagian sebagai berikut: Pemprov Banten: 700 meter, Pemkot Tangerang: 550 meter, Pemkab Tangerang: 2,4 kilometer, dan BBWSC2: 1,2 kilometer.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir Maret 2026, seiring mulai meredanya intensitas hujan.

“Berdasarkan koordinasi dengan BBWSC2, targetnya selesai akhir Maret 2026. Pekerjaan dilakukan dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Plt Kepala BBWSC2 Ahmad Viktor menyampaikan, pihaknya menurunkan satu unit alat berat jenis long arm untuk menangani segmen sepanjang 1,2 kilometer. Meski Sungai Cirarab berada di bawah kewenangan BBWSC2, penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor.

“Memang kewenangan Sungai Cirarab ada pada kami, tetapi atas kepedulian Gubernur Banten saat banjir beberapa waktu lalu, penanganan dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Viktor berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi proyek percontohan penanganan sungai di daerah lain yang rawan banjir, seperti Kali Angke dan sungai-sungai lainnya di Indonesia.

“Ini menunjukkan respons cepat pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak banjir. Aksinya langsung terlihat di lapangan,” pungkasnya.–(red)

Pos terkait