Tanah Datar, BantenGate.id – Perusahaan nutrisi Sante Barley menggelar kegiatan sosialisasi produk yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada bulan Ramadan di Cafe & Coffee Meeting Room Titik Kumpul, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari calon member dan para leader Sante Barley dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Hadir pula Head of Network Development Sante Indonesia Yusroni Fadli, Master of Ceremony Sultan Hendri Abraham, serta Syarifah yang tampil sebagai pembicara kesehatan praktisi herbal.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah testimoni dari pengguna produk, di antaranya oleh Hj. Nahdatul Hurian, Marlina, serta beberapa member lainnya.
Yusroni Fadli menjelaskan bahwa Sante Barley merupakan produk nutrisi berbahan dasar tanaman barley yang dibudidayakan di New Zealand. Produk ini diklaim mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, enzim, antioksidan, kalsium, kolagen, serta unsur nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh.
“Sante Barley adalah produk nutrisi dari tanaman barley yang memiliki kandungan vitamin dan mineral. Fungsinya membantu memperbaiki kondisi sel tubuh, memberikan nutrisi, serta membantu proses regenerasi sel. Jika sel tubuh sehat, maka organ tubuh juga akan berfungsi dengan baik,” ujar Yusroni.
Ia juga menyebutkan bahwa produk Sante Barley telah dipasarkan di sekitar 10 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, menurutnya, produk tersebut telah memiliki sejumlah perizinan yang dibutuhkan.
“Di Indonesia, Sante Barley sudah memiliki sertifikasi BPOM, sertifikat halal dari MUI, dan juga terdaftar di Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan produk nutrisi yang aman bagi masyarakat,” katanya.
Yusroni menambahkan, perusahaan Sante mengelola langsung proses produksi mulai dari penanaman hingga pengolahan produk di New Zealand.
“Perusahaan Sante memiliki lahan sendiri untuk menanam barley di New Zealand dan juga memiliki pabrik pengolahannya. Produk tersedia dalam bentuk bubuk dan kapsul, serta dapat diperoleh melalui leader resmi Sante,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, salah satu leader Sante Barley di Sumatera Barat, Dewi Fitriani yang akrab disapa Mel, turut membagikan pengalamannya setelah mengonsumsi produk tersebut.
Ia mengaku sebelumnya mengalami beberapa keluhan kesehatan, seperti pembengkakan di leher yang didiagnosis sebagai gangguan kelenjar getah bening atau tiroid, serta masalah asam urat dan flek hitam pada wajah.
“Setelah rutin mengonsumsi Sante Barley, Alhamdulillah kondisi kesehatan saya membaik dan pembengkakan di leher berangsur hilang. Pengalaman itu kemudian saya bagikan kepada keluarga dan teman-teman,” ujar Mel.
Mel menambahkan, melalui kegiatan sosialisasi tersebut pihaknya berharap masyarakat dapat mengenal lebih jauh produk Sante Barley, sekaligus membangun jaringan komunitas yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan bersama.--(yen)








