Tanah Datar, Bantengate.id — Pagi itu, langit Batusangkar tampak muram. Rintik hujan turun perlahan, membasahi hamparan Lapangan Cindua Mato yang sejak subuh mulai dipadati jamaah. Namun cuaca tak menyurutkan langkah. Ribuan masyarakat Tanah Datar tetap datang, membawa sajadah dan harapan, menunaikan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026), dalam suasana yang khidmat dan penuh makna.
Di tengah gerimis yang sesekali menguat, saf-saf jamaah tetap rapi. Ada yang berteduh dengan payung, ada pula yang membiarkan diri basah, larut dalam kekhusyukan. Tak terdengar keluhan, justru wajah-wajah penuh ketenangan yang memancarkan kebahagiaan di hari kemenangan.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam pelaksanaan shalat tersebut, di antaranya Bupati Tanah Datar Eka Putra, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Zuldafri Darma, serta Kepala Kemenag Tanah Datar H. Amril bersama unsur Forkopimda lainnya.
Dalam khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah. Ia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar berakhirnya Ramadan, tetapi bagaimana setiap insan mampu menjaga nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Aidil fitri mengajarkan kita menjadi pribadi yang lebih lembut, tenang, dan penuh kasih sayang terhadap sesama,” ujarnya dengan nada haru, seolah menyatu dengan suasana hujan yang meneduhkan.
Sementara itu, Bupati Eka Putra dalam sambutannya menyinggung adanya perbedaan penetapan 1 Syawal tahun ini. Pemerintah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sementara Muhammadiyah merayakannya sehari lebih awal.
Namun, ia mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak.
“Walaupun ada perbedaan, mari kita saling menghargai dan menjadikannya sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan spiritual selama Ramadan adalah kesempatan berharga yang tidak hadir di bulan lain. Karena itu, momentum Syawal harus diisi dengan membersihkan hati, mempererat silaturahmi, serta menghilangkan rasa benci.
“Ketika Syawal datang, mari kita jalin kembali hubungan baik, menjaga hablumminallah dan hablumminannas, agar kita memperoleh keselamatan dunia dan akhirat,” tambahnya.
Di momen penuh kebersamaan itu, Bupati juga menyampaikan sambutan hangat bagi para perantau yang pulang ke kampung halaman.
“Selamat datang di kampung halaman, mari rayakan Idul Fitri dengan penuh kesederhanaan bersama keluarga tercinta,” ucapnya.
Menutup sambutannya, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita,” kata Eka Putra.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Anton Yondra juga mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan. Ia justru berharap Idul Fitri menjadi titik penguat persatuan, terlebih setelah berbagai ujian dan bencana yang sempat melanda daerah tersebut.
“Yang terpenting, semua masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan bahagia. Semoga kebersamaan ini mempercepat proses pemulihan dan memperkuat kekompakan kita,” ujarnya.--(yen)








