Kisah Haru Habib Habsy, Anak Asuh Yayasan Asyifa Kumango Lulus TNI AD

Kisah Haru Habib Habsy, Anak Asuh Yayasan Asyifa Kumango Lulus TNI AD
Habib Habsy Al Qhardawi

Tanah Datar, Bantengate.ld – Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga besar Yayasan Istana Yatim Asyifa Kumango, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dari lingkungan sederhana yang penuh harapan, seorang anak asuh,  Habib Habsy Al Qhardawi, berhasil lulus dan diterima di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Habib Habsy Al Qhardawi dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan TNI AD pada Jumat (20/03/2026) di Padang, Sumatera Barat. Ia akan menjalani masa pendidikan militer di Padang Panjang, sebelum melanjutkan tahap berikutnya di Bandung, Jawa Barat.

“Kami bersyukur dan bangga,  anak asuh kami  tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berani menggapai cita-citanya. Keberhasilan ini, semoga  menjadi cahaya harapan bagi adik-adiknya yang senasib dan seperjuangan. Bahwa dengan tekad, doa, dan kesungguhan, semua  mimpi yang menjadi cita-cita bisa diraih,” ujar Pengurus Yayasan Istana Yatim Asyifa Kumango, Shinta Fittra Yunus, kepada BantenGate.id, Selasa (24/03/2026).

Menurut Shinta, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah hidup yang sederhana namun penuh keteguhan.

Habib Habsy Al Qhardawi diketahui berasal dari keluarga kurang mampu dan tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. Sejak kecil, ia telah menjadi bagian dari anak asuh di Yayasan Istana Yatim Asyifa Kumango, sebuah tempat yang menjadi rumah kedua bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk belajar, tumbuh, dan menata masa depan.

Dalam kesehariannya, Habib dikenal sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan tidak banyak bicara. Ia menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang sederhana—mulai dari belajar, membantu kegiatan di lingkungan yayasan, hingga memperdalam nilai-nilai keagamaan. Di tengah keterbatasan fasilitas, ia tetap menunjukkan semangat tinggi untuk berlatih fisik secara mandiri sebagai persiapan mengikuti seleksi TNI.

Rekan-rekannya di yayasan mengenalnya sebagai pribadi yang tidak mudah mengeluh. Ia lebih sering memilih diam dan bekerja keras, menjadikan mimpi sebagai prajurit negara sebagai motivasi utama untuk terus melangkah.

Perjalanan panjang yang dilalui Habib bukanlah hal yang mudah. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah perjuangan, doa, air mata, dan kerja keras yang akhirnya berbuah manis.

“Momen ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang bukti bahwa anak-anak kami mampu berdiri tegak, mengejar mimpi, dan menembus batas keterbatasan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para orang tua asuh dan donatur yang selama ini setia mendukung perjalanan keseharian dan pendidikan anak-anak di yayasan Istana Yatim Asyifa Kumango.

“Terima kasih kami sampaikan kepada para donatur Yayasan Asyifa dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril, materil, dan doa tanpa henti.  Insya Allah menjadi amal jariah. Tanpa kebersamaan dan kepedulian semua pihak, perjalanan ini tidak akan sampai pada titik yang membanggakan,”tutur Shinta.

Shinta berharap agar Habib Habsy Al Qhardawi senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan tugas sebagai prajurit negara.

“Semoga setiap kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan berlipat ganda. Semoga ananda Habsy senantiasa diberi kekuatan, keistiqamahan, dan keberkahan dalam mengemban amanah sebagai prajurit TNI, serta menjadi kebanggaan agama, nusa, bangsa, dan keluarga,” pungkasnya.

Yayasan Istana Yatim Asyifa Kumango merupakan lembaga sosial yang berfokus pada pengasuhan, pendidikan, dan pembinaan anak yatim serta dhuafa. Yayasan ini didirikan pada tahun 2017, berangkat dari kepedulian terhadap kondisi anak-anak yang membutuhkan perlindungan, kasih sayang, dan akses pendidikan yang layak.

Sejak awal berdirinya, yayasan ini berkomitmen menjadi rumah yang aman dan penuh kehangatan bagi para anak asuh. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar seperti tempat tinggal dan konsumsi, Yayasan Istana Yatim Asyifa juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kemandirian. Anak-anak dibina melalui pendidikan formal di sekolah serta pendidikan nonformal berbasis keagamaan, seperti pembelajaran Al-Qur’an, penguatan akhlak, dan kegiatan sosial.–(yen)

Pos terkait