Tangerang, BantenGate.id – Sebanyak 350 warga Komplek Pondok Lakah Permai, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, antusias mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di halaman Masjid Baiturrahman, Senin (27/7/2026).
Warga memanfaatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan mata. Kehadiran layanan tersebut dinilai memudahkan masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus datang ke rumah sakit.
Salah seorang warga, Yanuar (42), mengaku terbantu dengan adanya Program CKG. Menurutnya, layanan kesehatan gratis ini membuat masyarakat dapat melakukan pemeriksaan rutin tanpa terbebani biaya.
“Program ini sangat membantu. Saya bisa cek tekanan darah, mata, dan pemeriksaan lainnya tanpa dipungut biaya. Kebetulan saya juga berencana menjalani rontgen dalam waktu dekat, jadi pemeriksaan awal di sini membuat proses selanjutnya lebih mudah,” ujar Yanuar.
Ia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara rutin hingga tingkat RW agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
“Mudah-mudahan CKG seperti ini bisa rutin digelar sampai ke lingkungan RW,” katanya.

Hal senada disampaikan Dwi Seno (64). Ia mengaku baru pertama kali mengikuti Program CKG dan merasakan manfaat besar karena pelayanan kesehatan kini lebih mudah dijangkau.
“Biasanya saya langsung ke rumah sakit. Ternyata lebih baik periksa di sini dulu. Pemeriksaannya juga lengkap, mulai dari kolesterol, gula darah, tekanan darah, sampai pemeriksaan lainnya,” ungkapnya.
Menurut Dwi, program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini sangat bagus. Artinya pemerintah benar-benar hadir membantu masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Program CKG merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto yang terus diperluas pelaksanaannya di Provinsi Banten.
Saat ini, Pemprov Banten melaksanakan layanan CKG di 253 puskesmas, seluruh satuan pendidikan mulai tingkat SD hingga SMA sederajat, serta melalui layanan Telemedicine Mobile yang menjangkau desa-desa dan komunitas khusus, termasuk masyarakat Baduy.
Menurut Andra, keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten.
“Seluruh pihak bahu-membahu menyukseskan Program CKG. Berkat kerja sama ini, capaian CKG Provinsi Banten menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” katanya.
Ia mengungkapkan, Kota Tangerang menjadi daerah dengan capaian tertinggi di Provinsi Banten. Hingga saat ini realisasi pelaksanaan program telah mencapai 43 persen dari target 46 persen yang ditetapkan.
Andra juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit.
“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk memeriksakan kesehatannya. Bahkan pemeriksaan mata juga bisa dilakukan di sini bersama beberapa mitra yang terlibat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andra memastikan masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan di rumah sakit pemerintah tanpa terkendala kepesertaan BPJS, karena seluruh rumah sakit di Provinsi Banten telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC).
“Kalau memang diperlukan penanganan lanjutan, masyarakat bisa datang ke rumah sakit pemerintah secara gratis. Jadi bapak dan ibu tidak perlu khawatir meski belum memiliki BPJS, karena tetap akan dilayani dengan baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan Program CKG untuk memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Seluruh organisasi kesehatan di Provinsi Banten dikerahkan agar layanan dapat berjalan setiap hari di berbagai lokasi.
“Untuk kegiatan di lokasi ini kami menargetkan 350 peserta usia produktif. Sementara untuk pelaksanaan di sekolah memiliki agenda tersendiri,” jelas Ati.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menilai pelaksanaan Program CKG di wilayahnya merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
“Program ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kami menyambut baik pelaksanaannya karena memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis,” pungkasnya.–(red)








