Tanah Datar, BantenGate.id — Pemerintah Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DU RKP) Tahun 2028.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Wali Nagari Panyalaian, Senin (14/9/2026), dan diikuti unsur Pemerintahan Nagari, lembaga kemasyarakatan, perangkat daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP., beserta jajaran, perangkat nagari, Forkopimca, kepala OPD, Ketua BPRN beserta anggota, Ketua KAN dan lembaga unsur, TP PKK Nagari dan Jorong, kepala UPT, bidan nagari, pengurus BUMNag, wali jorong se-Nagari Panyalaian, pendamping desa, kelompok tani, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Suratmi Ilyas, S.Pd., yang menciptakan suasana khidmat sebelum acara dilanjutkan dengan agenda Musrenbang.
Sekretaris Nagari Panyalaian sekaligus Ketua Panitia Musrenbang, Wike Fitria Putri, dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan kegiatan mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Musrenbang Nagari Panyalaian.
Wali Nagari Panyalaian Dedi Sutani mengatakan Musrenbang menjadi wadah bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan program pembangunan yang menjadi prioritas.
“Musrenbang merupakan wadah aktif untuk kita bersama. Aspirasi masyarakat kita tampung, kemudian mana yang paling mendesak dan secara luas menjadi kebutuhan masyarakat, itu yang menjadi prioritas,” kata Dedi.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama dalam perencanaan pembangunan Nagari Panyalaian. Pemerintah nagari, kata dia, berupaya memastikan kebutuhan petani, terutama ketersediaan air untuk menunjang aktivitas pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan, dapat terpenuhi.

Selain pertanian, pembangunan dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui UMKM, kader Posyandu dan guru PAUD juga menjadi perhatian.
“Melalui UMKM, kader Posyandu melalui pelatihan dan guru PAUD menjadi prioritas bagi Nagari Panyalaian. Dukungan jalan dan infrastruktur, peningkatan kapasitas serta akses peluang ekonomi bagi masyarakat juga menjadi perhatian,” ujarnya.
Dedi berharap Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang diusulkan nagari, terutama di bidang infrastruktur jalan, ketahanan pangan, pertanian, peternakan, pembinaan UMKM, pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Ia juga menyampaikan kolaborasi Pemerintah Nagari Panyalaian dengan Universitas Andalas (UNAND) dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Kolaborasi Nagari Panyalaian dengan UNAND memberikan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas UMKM serta perlindungan ibu dan anak,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Ia mengatakan anggaran tersebut antara lain dialokasikan untuk penyelenggaraan pemerintahan nagari sekitar Rp1,1 miliar. Selain itu, Nagari Panyalaian juga memperoleh dukungan bantuan dari Pemerintah Daerah Tanah Datar sebesar sekitar Rp1,3 miliar.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Tanah Datar dan pihak terkait yang telah memberikan bantuan untuk Nagari Panyalaian,” tambahnya.
Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, mengatakan Musrenbang merupakan agenda rutin tahunan yang harus dilaksanakan di setiap nagari sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan.
Menurutnya, pelaksanaan pembangunan di tengah kondisi efisiensi anggaran tetap harus berjalan dengan memperhatikan kebutuhan dan skala prioritas masyarakat.
“Ini kegiatan rutinitas setiap tahun dan harus diadakan di nagari. Walaupun dalam keadaan efisiensi, Musrenbang tetap harus kita laksanakan untuk pembangunan di nagari-nagari,” katanya.
Selain membahas perencanaan pembangunan, Yahya juga menyampaikan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat, salah satunya terkait pencegahan penyakit tuberkulosis (TBC).
Ia menginformasikan bahwa petugas puskesmas akan melakukan kegiatan penelusuran atau tracing TBC di tengah masyarakat.
“Kita perlu melaksanakan tracing TBC. Karena gejala TBC, satu orang yang terkena TBC dapat menularkan kepada orang-orang terdekatnya,” ujarnya.
Yahya mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, termasuk pemeriksaan paru-paru. Pemeriksaan tersebut diberikan secara gratis untuk 100 orang pertama, yang juga akan mendapatkan konsumsi dan transportasi.—(yen)
Selain kesehatan, Yahya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca. Menurutnya, kondisi kabut yang terjadi saat kegiatan berlangsung membuat masyarakat perlu berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Kalau beraktivitas di luar, pakai masker. Kalau tidak ada aktivitas, sebaiknya di dalam ruangan saja,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mengantisipasi berbagai penyakit masyarakat (pekat), seperti pencurian kendaraan bermotor dan penyalahgunaan narkoba.
Persoalan pengelolaan sampah turut menjadi perhatian. Yahya meminta masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah rumah tangga, terutama sampah basah dan sampah kering.
“Pengelolaan sampah harus dilakukan dengan mengedukasi masyarakat. Contohnya sampah dapur, tolong dipisahkan antara yang basah dan kering. Kita ingin membentuk Tanah Datar yang bersih,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Alfno, S.Hum., memberikan pemaparan mengenai RKP Tahun 2027 dan DU RKP Tahun 2028. Usulan pembangunan Nagari Panyalaian terbagi dalam tiga bidang, yakni bidang fisik dan prasarana sebanyak 10 item, bidang sosial budaya sebanyak 9 item, serta bidang ekonomi sebanyak 8 item.
Musrenbang kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen RKP Tahun 2027 dan DU RKP Tahun 2028. Dokumen tersebut selanjutnya diserahkan oleh Wali Nagari Panyalaian Dedi Sutani kepada Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan nagari.— (murni yenti)








