Tanah Datar, BantenGate.id — Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Tanah Datar menggelar seminar bertema “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru, Literasi serta Digitalisasi Pembelajaran Menyongsong Pembelajaran Bermutu” di Gedung Nasional Suri Maharajo Di Rajo, Batusangkar, Jumat (18/9/2026).
Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jasrinaldi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Alfi Hidayati, M.Pd., sejumlah kepala OPD, Ketua PGRI, organisasi media PWI, KWRI, AWI, PjKIP, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Pelaksana Seminar, Metria Eliza, S.Pd., yang juga Kepala UPT SDN 25 Balai Tangah, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan total kuota mencapai 1.500 peserta.
“Seminar ini dilaksanakan selama dua hari dengan kuota peserta sebanyak 1.500 orang. Hari pertama diikuti 700 peserta, sedangkan sisanya mengikuti kegiatan pada hari kedua,” kata Metria.

Menurutnya, peserta seminar berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, MIN, MTsN, SMA hingga MAN se-Kabupaten Tanah Datar.
Metria mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan zaman yang semakin erat dengan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam dunia pendidikan.
“Terima kasih kepada Bupati Tanah Datar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendukung kegiatan seminar ini. Kegiatan ini dilatarbelakangi tantangan zaman yang semakin menggunakan teknologi dan digital,” ujarnya.
Ia berharap seminar tersebut dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru, khususnya dalam memahami dan memanfaatkan teknologi di era digital.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru, terutama dalam memahami teknologi di era digital saat ini,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra, mengapresiasi pelaksanaan seminar KGBN yang melibatkan kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan tersebut.
Menurut Eka Putra, antusiasme para pendidik mengikuti kegiatan menjadi gambaran adanya semangat untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi, serta mengembangkan kemampuan digital dalam proses pembelajaran.
“Saya sangat mengapresiasi panitia pelaksana dan peserta seminar yang dilaksanakan selama dua hari ini. Melihat antusiasme para kepala sekolah dan guru untuk hadir, ini membuktikan semangat untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi, dan mengembangkan kemampuan digital,” kata Eka Putra.
Ia mengatakan peningkatan kompetensi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih baik bagi peserta didik.
Bupati Eka Putra, juga menyoroti kompleksitas peran guru, terutama guru perempuan yang selain menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik juga memiliki tanggung jawab dalam keluarga.
“Menjadi seorang guru dan pendidik, terutama bagi guru perempuan, tidaklah mudah. Selain memiliki peran sebagai tenaga pendidik, juga berperan aktif sebagai ibu rumah tangga dengan berbagai tugas ketika berada di rumah,” ujarnya.
Menurut Eka Putra, guru tidak cukup hanya menguasai kompetensi keilmuan. Pendidik juga perlu memiliki kemampuan memahami kondisi psikologis peserta didik sehingga mampu memperlakukan dan mendampingi mereka secara tepat.

“Di sinilah dibutuhkan peningkatan kompetensi diri, tidak hanya kompetensi ilmu, tetapi juga peningkatan kompetensi hati, sehingga guru mampu memahami psikologis anak didiknya,” katanya.
Karena itu, Eka Putra mengajak para peserta menjadikan seminar tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan mengajar sekaligus memperkuat pemahaman terhadap karakter peserta didik.
“Melalui seminar ini, mari kita tingkatkan kompetensi diri dan pemahaman cara mengajar yang lebih baik. Bukan hanya pintar mengajar, tetapi bagaimana guru bisa memahami anak didik sehingga mereka tidak melupakan bagaimana guru memperlakukan mereka selama di sekolah,” tuturnya.
Eka Putra juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.
“Terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi dalam menjaga masa depan generasi dan masa depan Kabupaten Tanah Datar dengan semangat dan ikhlas,” tambahnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui sambungan virtual Zoom.
Dirjen PAUD, Dikdas, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Bupati Eka Putra yang mendukung pelaksanaan seminar.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra atas dukungannya, karena kegiatan ini sesuai dengan visi dan misi Bapak Menteri, di mana literasi menjadi kunci dari pembelajaran,” katanya.
Gogot juga menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pendidikan di Tanah Datar.
“Bantuan untuk Tanah Datar tahun ini mencapai Rp78 miliar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Instruksi Presiden,” ujarnya.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tiga narasumber, yakni Iryasman, M.Pd., dari BBPOM Sumatera Barat dengan materi “Peningkatan Kompetensi dan Digitalisasi”, Muhammad Subhan selaku penggiat literasi, serta Andre Agasi, S.Pd., M.Kom., yang membawakan materi mengenai pembelajaran digital.–(yen)








