Bupati Tangerang Tekankan Etika Pemerintahan dan Bela Negara sebagai Fondasi Integritas ASN

Bupati Tangerang Tekankan Etika Pemerintahan dan Bela Negara sebagai Fondasi Integritas ASN

Tangerang, BantenGate.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa etika pemerintahan dan kesadaran bela negara merupakan dua nilai yang tidak dapat dipisahkan dari tugas dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Pengembangan Kompetensi Teknis Pelatihan Etika Pemerintahan dan Kesadaran Bela Negara Angkatan II di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kitri Bakti, Curug, Jumat (12/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa ASN memiliki kewajiban untuk mengamalkan nilai-nilai bela negara sekaligus menjunjung tinggi etika pemerintahan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Etika pemerintahan dan bela negara tidak bisa dipisahkan. Keduanya melekat dan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kapasitas kita sebagai ASN. Setiap pegawai negeri sipil berkewajiban menjalankan nilai-nilai bela negara sekaligus menjunjung tinggi etika pemerintahan,” ujar Maesyal.

Menurutnya, implementasi bela negara bagi ASN tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada negara, tetapi juga melalui rasa cinta tanah air, kesetiaan kepada ideologi Pancasila, serta ketaatan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Cinta tanah air harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas ASN. Nilai-nilai Pancasila yang kita pegang merupakan wujud nyata kecintaan kepada bangsa dan negara. Di mana pun kita bertugas, semangat bela negara harus selalu tertanam dalam diri kita,” katanya.

Selain memperkuat semangat bela negara, Bupati juga mengingatkan pentingnya penerapan etika pemerintahan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Ia meminta seluruh ASN menjalankan tugas pokok dan fungsi secara profesional, bertanggung jawab, serta mematuhi peraturan dan perintah kedinasan yang berlaku.

“Jalankan tugas sesuai tupoksi, patuh terhadap aturan dan perintah kedinasan yang benar. ASN harus menjadi pribadi yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal Rasyid turut menyoroti pentingnya menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi pemerintahan yang bersifat terbatas. Menurutnya, setiap ASN memiliki tanggung jawab untuk melindungi data dan informasi negara maupun pemerintah daerah dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berkepentingan.

“Saya ingatkan, jangan sembarangan memberikan data atau dokumen kepada pihak mana pun tanpa izin pimpinan. Ada informasi yang memang harus dijaga kerahasiaannya sebagai bagian dari tanggung jawab kita kepada negara dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati juga mengingatkan peserta pelatihan untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak integritas dan citra ASN, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, maupun tindakan lain yang bertentangan dengan hukum dan etika.

“ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat. Karena itu, jangan pernah terlibat narkoba, judi, maupun tindakan yang dapat mencoreng nama baik diri sendiri, keluarga, dan institusi. Integritas adalah modal utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, ASN yang berintegritas, beretika, dan memiliki semangat bela negara akan menjadi pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bekal untuk membentuk ASN yang memiliki karakter kuat, loyal kepada negara, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.–(red)

Pos terkait