Artikel opini jenaka tentang jurus silat politik ala Jokowi yang sulit ditebak. Mengulas langkah zig-zag, strategi tak terduga, dan kemampuan Jokowi merajut koalisi hingga membuat lawan politik kewalahan membaca gerakannya.
Oleh: Hayat (AA) Syahida (Pendiri Padepokan Badai Sagara) Dalam dunia politik, suasananya kadang mirip gelanggang (Baca Selengkapnya)
Berita Utama Lainnya
Headlines
Kategori: Opini
Kisah Mama Sabandar, Pendekar Pagaruyung Pencipta Silat Sabandar di Jawa Barat
Kisah Mama Sabandar, pendekar Pagaruyung yang diusir istana karena membela rakyat dan kemudian mewariskan Silat Sabandar di Purwakarta, Jawa Barat.
Tirakat, Kesunyian, dan Sains Modern: Ketika Laku Sepi Leluhur Menjadi Tren Global
Oleh: Abah Kasep “Kadang manusia perlu kesendirian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berdebat dengan orang (Baca Selengkapnya)
Soeharto dan Kontroversi Gelar Pahlawan: Antara Catatan Orde Baru dan Jejak Spiritualitas TQN
Oleh: H. Edi Murpik (Murid TQN Ponpes Cicapar, Garut – Jawa Barat) Penganugerahan gelar (Baca Selengkapnya)
Sejarah Kasepuhan Lebak dan Seruan SABAKI untuk Perlindungan Hutan Adat
Di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hamparan hutan alami bukan hanya menjadi bentang alam, tetapi juga ruang hidup masyarakat adat. Di wilayah ini, terutama di selatan Banten Kidul, peradaban adat sudah ada dan terus berkembang. Selama ratusan tahun, kehidupan masyarakat yang dibingkai kearifan lokal, tetap hidup berdampingan dengan alam.
Ketika Sekolah Tak Lagi Jadi Tempat Aman untuk Anak Tumbuh
SEKOLAH seharusnya menjadi tempat anak tumbuh dengan bahagia, belajar tentang kehidupan, dan menumbuhkan cita-cita. Namun, realitas di lapangan justru memperlihatkan sisi kelam: banyak sekolah berubah menjadi ruang luka akibat maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan di kalangan pelajar.
Festival Tunas Bahasa Ibu dan Misi Menyelamatkan Bahasa Ibu dari Kepunahan Sunyi
KITA hidup di masa ketika anak-anak lebih hafal lirik lagu Korea atau pop barat dari pada pupuh Kinanti atau Asmarandana. Bahasa daerah pun kian jarang terdengar di rumah, sekolah, bahkan ruang publik. Banyak anak muda sekarang yang merasa canggung ketika berbicara dalam bahasa ibu mereka sendiri. Inilah tanda-tanda kemunduran kultural yang sesungguhnya—bukan karena kehilangan teknologi, tapi kehilangan jati diri.
Wilson Lalengke Suarakan Isu HAM Global di Forum PBB
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu kemanusiaan global. Dalam forum internasional, ia menyoroti berbagai persoalan serius yang masih melanda banyak negara, seperti pembunuhan di luar hukum (unlawful killing), penyiksaan, pengasingan tanpa dasar hukum, hingga pembiaran terhadap penderitaan massal yang dilakukan baik oleh rezim penguasa maupun kelompok berkekuatan politik dan militer.
Refleksi Hari Santri 2025: Didikan Kiai yang Menumbuhkan Kesabaran, Bukan Pemberontakan
PERINGATAN Hari Santri setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus merefleksikan peran santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga era modern, santri selalu hadir sebagai penjaga nilai, pelaku perubahan, dan penuntun moral kebangsaan.
Getar Suara Bu Dini Fitria, Kepala SMAN 1 Cimarga: “Palu Godam” yang Menggetarkan Dunia Pendidikan
DI RUANG kelas sebagai tempat mediasi sederhana, suara Dini Fitria, Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, terdengar begitu dalam dan bergetar. Pada acara islah polemik insiden tuduhan penamparan kepada salah seorang siswa yang “menyita” perhatian publik dalam sepekan terakhir ini, kini sudah selesai dan berakhir dengan penuh haru.
Pemekaran Daerah Secara Parsial: Solusi di Tengah Moratorium
PEMEKARAN daerah—yakni bertambahnya jumlah provinsi dan kabupaten/kota—merupakan amanat konstitusi. Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 menegaskan bahwa negara dibagi atas provinsi, yang kemudian dibagi lagi atas kabupaten/kota. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan tantangan pemerataan pembangunan, kebutuhan untuk melakukan pemekaran menjadi semakin relevan.
RPPKUM Legok: Rumah Harapan UMKM Kabupaten Tangerang, dari Batik Pohaci hingga Ekonomi Kerakyatan
Di tengah geliat kemajuan industri dan urbanisasi yang pesat, ada satu ruang yang tetap hangat dan penuh harapan: Rumah Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro (RPPKUM) di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
PAD sebagai Cerminan Kinerja Pimpinan dan Aparatur Daerah
Otonomi daerah itu ibarat sebuah rumah tangga. Bagaimana suatu daerah mengurus rumah tangganya sendiri—terutama dalam hal automoney, yakni tingkat kemandirian fiskalnya. Seberapa besar pendapatannya dan seberapa besar pula belanjanya? Apakah sudah betul-betul mandiri atau belum, atau masih bergantung kepada “kedua orang tuanya dan kepada mertuanya”—dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.
Deden Apriandhi Dilantik sebagai Sekda Banten: Dari Aktivis Pemuda ke Pucuk Birokrasi
Gubernur Banten Andra Soni, melantik H. Deden Apriandhi Hartawan, S.STP., M.Si., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten. Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, hari ini, Rabu 9 Juli 2025 .
Mengurai Kisruh SPMB SMAN di Provinsi Banten Tahun 2025
Polemik memanas mewarnai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA Negeri di Provinsi Banten tahun ajaran 2025/2026. Sejumlah orang tua murid melakukan aksi protes hingga pemortalan sekolah, antara lain di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, karena anak-anak mereka yang tinggal dekat sekolah justru gagal diterima.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.












