Berita Utama, Opini

Wartawan sebagai Penyampai Dakwah: Perspektif UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Surat Al-Hujurat

Profesi wartawan tidak lagi sekadar menjadi penyampai kabar. Ia berada di garis depan peradaban informasi—membentuk opini, mengarahkan cara pandang publik, bahkan menentukan arah diskursus sosial. Bagi seorang muslim, tugas tersebut dapat dimaknai sebagai bagian dari dakwah: menyampaikan kebenaran dan mencegah kemudaratan akibat informasi yang keliru.

Jakarta, Berita Utama, Jawa Barat, Opini

Ulil Albab dan Tanggung Jawab Akal: Jalan Manusia Menjadi Khalifah di Bumi

Di tengah zaman yang serba cepat, derasnya arus informasi, dan riuhnya perdebatan publik, manusia kerap terjebak dalam reaksi tanpa refleksi. Banyak orang berbicara, tetapi sedikit yang merenung. Banyak yang mengikuti arus, namun sedikit yang menimbang dengan akal sehat. Padahal, Islam sejak awal telah meletakkan fondasi peradaban di atas instrumen paling agung yang dianugerahkan Allah kepada manusia: akal.

Berita Utama, Opini, Wisata Budaya

Ironi Kebijakan Pendidikan: Guru Honorer Puluhan Tahun Mengabdi atau 32 Ribu PPPK Program MBG?

Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang membuka jalan bagi pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG)  untuk diangkat sebagai ASN PPPK. Bagi para guru  honorer dan guru swasta yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun justru tanpa kepastian status. Kebijakan ini terasa sebagai ironi.

Berita, Opini

Pengawasan Rakyat atas Fungsi Pengawasan Wakil Rakyat

Pada dasarnya, wakil rakyat—baik di DPR maupun DPRD—tidak bertindak sebagai pelaksana program pemerintah. Fungsi utama lembaga legislatif adalah sebagai pengawas dan mitra dalam perumusan kebijakan serta penganggaran. Sementara itu, pelaksanaan program sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, yakni Presiden atau kepala daerah beserta jajarannya.

Opini, Wisata Budaya

Seniman, Panggung, dan Kejujuran Nurani: Laku Seni Sunda di Tengah Pergulatan Hidup

Di tengah kehidupan masyarakat, seniman menempati ruang yang unik sekaligus mulia. Ia hadir sebagai penghibur, penutur kegelisahan, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Di atas panggung, seniman menghadirkan tawa dan keindahan. Namun di balik gemerlap itu, sering kali tersimpan pergulatan batin, persoalan keluarga, hingga tekanan ekonomi yang tidak ringan.

Cermin Retak di Lampu Merah

BERDIRI  di persimpangan lampu merah kota-kota besar di Indonesia adalah cara tercepat membaca wajah asli pembangunan. Saat lampu menyala merah, sebuah drama sosial langsung terbentang: pengamen dengan gitar lusuh, manusia patung berwajah perak, anak-anak kecil menawarkan tisu, hingga orang-orang yang menyodorkan gelas plastik sambil melafalkan dalil agama. Di titik itulah, narasi besar tentang kemajuan ekonomi kerap runtuh tanpa perlawanan.

Berita Utama, Lebak, Opini, Serang, Wisata Budaya

Kunang-Kunang Hilang dari Palemburan: Nostalgia Tanah Leluhur dan “Alarm” dari Alam

Malam Minggu kemarin, saya pulang kampung menengok tanah leluhur di Desa Gununganten, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang Kerajan Sumedang Larang. Patih Raden Jaya Sakti, Pangeran Dalem Buku, menetap i desa ini hingga akhir hayatnya. Mumpung sedang senggang, saya mengajak keluarga—sambil membawa secuil harapan: siapa tahu masih bisa melihat kunang-kunang yang dulu rajin “nongkrong” di pesawahan depan rumah.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.