Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Lebak, 37 Rumah Terdampak dan 50 Hektare Sawah Terendam

Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Lebak, 37 Rumah Terdampak dan 50 Hektare Sawah Terendam

Lebak, BantenGate.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (15/5/2026) siang hingga sore memicu bencana banjir dan tanah longsor di sedikitnya lima kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Lebak) mencatat sedikitnya 37 rumah terdampak, satu pondok pesantren hanyut, serta puluhan hektare lahan pertanian terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta, mengatakan, berdasarkan laporan situasi (Sitrep) Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Lebak, banjir  pada hari Jumat (15/5/2026) terjadi mulai pukul 13.30 WIB hingga 18.00 WIB, melanda wilayah Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Leuwidamar, dan Muncang.

“Hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam, ditambah angin kencang hingga sore hari, menyebabkan sejumlah sungai meluap. Di antaranya Sungai Peucangpari, Sungai Cimaur, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimet,” kata H. Sukanta kepada BantenGate.id, Jumat (15/52026) malam tadi.

Akibat luapan sungai tersebut, banjir dan longsor terjadi di sejumlah titik permukiman warga serta merusak infrastruktur desa.

Di Kecamatan Cigemblong, tepatnya di Desa Cigemblong Kampung Ledok Cirompang, lima rumah warga dilaporkan terdampak banjir.

Sementara di Kecamatan Cipanas, dampak paling parah terjadi di Desa Harumsari, di mana satu unit pondok pesantren hanyut terseret arus dan satu jembatan jalan usaha tani di Jembatan Cimaur terdampak. Selain itu, longsor juga merusak rumah warga di Desa Jayapura, Giriharja.

Di Kecamatan Sajira, dua rumah warga di Kampung Kumpay, Desa Maraya, terdampak. Sebuah jembatan kayu roboh, jalan desa rusak, dan turap jalan mengalami kerusakan. Sementara di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu, sebanyak 20 rumah terendam banjir setinggi sekitar 20 sentimeter.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Leuwidamar. Longsor di Desa Margawangi mengancam area permukiman warga, sedangkan di Kampung Lebak Masigit, Desa Leuwidamar, luapan Sungai Cisimet nyaris memasuki rumah-rumah warga dan merusak akses jalan.

Di Kecamatan Muncang, banjir merendam satu rumah di Desa Ciminyak dan menenggelamkan sekitar 50 hektare lahan persawahan. Selain itu, tembok penahan tanah (TPT) di Desa Cikarang roboh, serta saluran irigasi Leuwikidang di Desa Leuwicoo dilaporkan ambruk. Tiga rumah lainnya di Desa Sukanagara juga terdampak genangan.

Meski kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.

“Data korban terdampak masih terus dilakukan pendataan, terutama di wilayah yang aksesnya masih terkendala kondisi lapangan,”kata H. Sukanta.

Saat ini BPBD Kabupaten Lebak telah melakukan asesmen cepat di lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, serta menyiapkan kebutuhan mendesak berupa logistik, peralatan penanganan bencana, 100 paket sembako, dan 37 lembar terpal untuk warga terdampak.

Hingga Jumat petang, sejumlah titik masih dalam pemantauan petugas karena kondisi cuaca dan medan di lapangan belum sepenuhnya mendukung proses pendataan lanjutan.—(sunarya)

Pos terkait