Inovasi Bank Air Sudirman Indra, Solusi Krisis Air dari Perumahan Rakyat hingga Ketahanan Nasional

Inovasi Bank Air Sudirman Indra, Solusi Krisis Air dari Perumahan Rakyat hingga Ketahanan Nasional

Bantengate.id, Krisis air bersih kini bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang dihadapi banyak wilayah di Indonesia. Di tengah paradoks negeri bercurah hujan tinggi namun kerap dilanda banjir dan kekeringan, sebuah inovasi lokal bernama Bank Air muncul sebagai solusi konkret dan berkelanjutan.

Konsep Bank Air digagas oleh Sudirman Indra (Acin), pengusaha properti nasional sekaligus owner PT Badak Perkasa Group. Inovasi ini berangkat dari keprihatinan melihat jutaan meter kubik air hujan terbuang ke laut, sementara masyarakat kesulitan mengakses air bersih saat musim kemarau.

Bank Air bekerja dengan prinsip sederhana namun berdampak besar: menampung, menyaring, dan menginjeksikan air hujan kembali ke dalam tanah sebagai cadangan air jangka panjang. Sistem ini terbukti mampu mengurangi banjir, meningkatkan muka air tanah, serta menjaga ketersediaan air bersih secara berkelanjutan.

Implementasi pertama Bank Air dilakukan di Perumahan Subsidi Batara Village yang sebelumnya rawan kekeringan. Hasilnya signifikan—wilayah tersebut kini tidak lagi mengalami krisis air bersih. Keberhasilan ini mengantarkan proyek tersebut meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Golden Property Awards 2015, 2017, dan 2019 untuk kategori perumahan subsidi terbaik.

Inovasi Bank Air kemudian direplikasi di berbagai wilayah, termasuk Triraksa Village Tangerang, Kota Cakra, Kebun Sentosa, hingga Perumahan Panca Arga Akademi Militer (Akmil) Magelang. Di Akmil, Bank Air bahkan dijadikan model pembelajaran konstruksi ekologis bagi Taruna sebagai bagian dari penguatan ketahanan sumber daya air nasional.

Gagasan Bank Air juga dibukukan dalam karya berjudul Saving Our Planet with Water Bank, yang ditulis oleh Dr. Agung Prapsetyo, S.T., M.Sc. bersama Sudirman Indra. Buku ini mengulas krisis air global, konsep teknis Bank Air, hingga dimensi sosial dan spiritual konservasi air sebagai gerakan bersama.

Tak hanya itu, pemikiran strategis tentang ketahanan air juga diperkuat oleh Brigjen TNI Fierman Sjafirial Agustus, S.I.P., M.S.I., yang menyoroti pentingnya air sebagai faktor vital dalam stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terluar dan rawan krisis.

Kini, konsep Bank Air telah tercatat resmi dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan menarik perhatian kolaborasi internasional, termasuk jejaring konservasi air global. Dengan biaya terjangkau dan teknologi sederhana berbasis material lokal, Bank Air dinilai layak direplikasi secara nasional.

Inovasi ini menegaskan bahwa solusi besar tidak selalu lahir dari teknologi mahal, melainkan dari kesadaran ekologis, gotong royong, dan keberpihakan pada masa depan generasi bangsa. (dimas)

Pos terkait