Tangerang, BantenGate.id –Ribuan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Tigaraksa, mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari pembuatan KTP elektronik, perpanjangan SIM, pembayaran pajak kendaraan, hingga konsultasi hukum gratis, pada Sabtu malam (6/6/2026).
Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang fleksibel semakin tinggi. Menjawab tantangan itu, Pemerintah Kecamatan Tigaraksa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menghadirkan inovasi MANTAP JASA (Malam Terpadu Jemput Aspirasi dan Solusi Administrasi).
Mengusung slogan “Mendekatkan Pelayanan, Menghadirkan Solusi, Melayani Tanpa Batas Waktu”, program ini tidak hanya memperpanjang jam pelayanan hingga malam hari, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dan instansi vertikal dalam satu lokasi melalui konsep one-stop service.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, mengaku antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun ini melampaui perkiraan. Bahkan, jumlah kunjungan yang tercatat menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan dua tahun lalu.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat malam ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Ini adalah rekor baru. Pelayanan administrasi dan pelayanan publik lintas sektor malam ini dipadati warga. Bahkan, banyak masyarakat yang sudah datang sejak pagi dan siang hari untuk mengambil nomor antrean, padahal loket pelayanan baru dibuka pukul 19.30 WIB setelah persiapan sejak pukul 18.00 WIB,” ujar Cucu.
Menjawab Kebutuhan Warga Pekerja
MANTAP JASA lahir dari persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya pekerja sektor informal dan formal yang sulit meninggalkan aktivitas pada jam kerja.
Buruh pabrik, buruh harian, pedagang, pelaku UMKM hingga pekerja kantoran kerap harus mengorbankan waktu dan penghasilan hanya untuk mengurus dokumen administrasi.
Melalui pelayanan malam hari, masyarakat dapat menyelesaikan berbagai urusan tanpa harus mengambil cuti atau kehilangan pendapatan harian. Konsep ini sekaligus menghadirkan efisiensi biaya dan waktu bagi warga.
Menurut Camat Cucu, daya tarik program tersebut kini tidak hanya dirasakan warga Tigaraksa.
“Yang menarik, warga yang datang bukan hanya masyarakat Kecamatan Tigaraksa. Banyak warga dari kecamatan tetangga yang ikut memanfaatkan momentum ini karena melihat kelengkapan layanan yang kami sediakan,” katanya.
Keberhasilan MANTAP JASA tidak lepas dari sinergi berbagai lembaga pemerintah yang membuka pelayanan secara terpadu.
Pada sektor administrasi kependudukan, masyarakat dapat mengakses layanan perekaman dan pencetakan e-KTP, pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga, akta kelahiran hingga akta kematian melalui gerai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Di bidang keamanan dan hukum, warga memanfaatkan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang disediakan bekerja sama dengan Satpas Polresta maupun Polres.
Sementara itu, layanan lintas sektoral menghadirkan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Samsat, konsultasi hukum gratis melalui Pos Bantuan Hukum dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelayanan sertifikasi halal bagi produk usaha masyarakat.
Tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi, MANTAP JASA juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi dengan menghadirkan belasan gerai UMKM lokal yang menjajakan berbagai produk unggulan.
Di sisi lain, panggung interaktif menjadi media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui talkshow publik yang menghadirkan unsur kepolisian serta anggota legislatif untuk menyerap berbagai aspirasi warga.
Pelayanan Humanis dan Ruang Aspirasi
Kapolsek Tigaraksa yang turut hadir bersama jajaran Forkopimcam menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan publik yang humanis dan responsif.
Masyarakat tidak hanya memperoleh layanan administrasi, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat serta pemahaman mengenai hak-hak hukum yang dimiliki.
Bagi Pemerintah Kecamatan Tigaraksa, MANTAP JASA juga berfungsi sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami membuka pos pengaduan langsung. Jika ada keluhan, hambatan, atau aspirasi yang tersumbat, malam ini silakan sampaikan kepada saya, kepada Pak Kapolsek, maupun jajaran dinas terkait yang sedang bertugas. Kami hadir di sini untuk bekerja dan memberikan solusi langsung di tempat,” tegas Camat Cucu.
Model Reformasi Birokrasi dari Tingkat Kecamatan
Secara regulasi, pelaksanaan MANTAP JASA mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Bupati Tangerang Nomor 33 Tahun 2023.
Inovasi ini dinilai menjadi salah satu bentuk adaptasi birokrasi terhadap dinamika kehidupan masyarakat modern, di mana pelayanan tidak lagi dibatasi jam kerja formal.
Pendekatan jemput bola yang diterapkan tidak hanya mempercepat pelayanan administrasi, tetapi juga memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat melalui kolaborasi lintas instansi.
Melihat tingginya tingkat partisipasi masyarakat dan meningkatnya kepuasan publik, Pemerintah Kecamatan Tigaraksa berencana menjadikan MANTAP JASA sebagai agenda pelayanan berkala dengan cakupan yang lebih luas. Bahkan, model pelayanan malam hari ini dinilai memiliki potensi untuk direplikasi hingga tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang.
Bagi Camat Cucu Abdurrosyied, keberhasilan MANTAP JASA menjadi pesan bahwa birokrasi harus terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat.
“Inovasi MANTAP JASA adalah bukti komitmen kami bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa dibatasi oleh jam kerja formal. Kami ingin birokrasi di Tigaraksa berjalan dinamis, fleksibel, dan selalu berpihak pada kemudahan urusan rakyat,” pungkasnya.–(red)








