Program Cek Kesehatan Gratis Banten Tertinggi Kedua Nasional

Program Cek Kesehatan Gratis Banten Tertinggi Kedua Nasional

Tangerang, BantenGate.id— Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten mencatat capaian tinggi secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tingkat partisipasi masyarakat Banten dalam program tersebut berada di posisi kedua tertinggi di Indonesia, hanya terpaut sekitar 0,7 persen dari Provinsi Gorontalo yang menempati peringkat pertama.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Filep Wamafma, saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sitanala, Kota Tangerang, Senin (5/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka inventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Program CKG di daerah.

“Pelaksanaan CKG di Banten menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Filep.

Menurut Filep, kunjungan Komite III DPD RI bertujuan melihat secara langsung strategi yang diterapkan pemerintah daerah dalam menjalankan program tersebut. Hal itu penting untuk memastikan CKG tidak sekadar mencapai target secara kuantitatif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hasil kunjungan dan inventarisasi tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi serta rekomendasi Komite III DPD RI kepada pemerintah pusat. Strategi yang dinilai efektif di Banten diharapkan dapat diterapkan di daerah lain.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Komite III DPD RI, Anggota DPD RI daerah pemilihan Banten Abdi Sumaithi, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta para kepala puskesmas se-Kota Tangerang.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Roy Himawan, mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Banten dalam pelaksanaan CKG.

Ia berharap cakupan program tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Menurut Roy, pemeriksaan kesehatan secara luas juga memiliki fungsi penting bagi pemerintah. Data hasil CKG dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan kesehatan.

“Gambaran ini berguna untuk menentukan kebijakan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Roy.

CKG Banten Tembus Lebih dari 7 Juta Jiwa

Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pelaksanaan CKG di Banten telah menjangkau lebih dari 7 juta jiwa. Bahkan, jumlah peserta disebut telah mendekati 8 juta orang.

Capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang disebut baru mencapai sekitar 42 persen.

“Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen,” ujar Dimyati.

Meski tingkat partisipasi masyarakat sudah tinggi, Pemerintah Provinsi Banten masih akan terus meningkatkan cakupan CKG. Upaya tersebut dilakukan melalui pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Banten.

Dimyati mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan antara wilayah utara dan selatan Banten memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, strategi penguatan layanan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Untuk wilayah Banten bagian utara, pemerintah akan terus mendorong pemutakhiran teknologi kesehatan. Sementara wilayah selatan akan mendapat perhatian melalui peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

“Sehingga, seluruh masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” katanya.

Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat juga dilakukan Pemerintah Kota Tangerang. Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pihaknya menerapkan strategi jemput bola agar layanan CKG lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Sachrudin, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menyasar berbagai kelompok masyarakat.

“Pemkot Tangerang melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan CKG. Kami mendatangi sekolah-sekolah, perusahaan, komunitas, hingga turun langsung ke tempat tinggal masyarakat,” kata Sachrudin.

Strategi tersebut dinilai penting karena masih terdapat masyarakat yang belum secara aktif memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan.

Melalui pendekatan langsung, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, capaian Banten berada sangat dekat dengan Provinsi Gorontalo yang menempati posisi pertama secara nasional.

“Posisi teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo. Selisih capaian kita sekitar 0,7 persen saja,” ujar Ati.

Selisih tipis tersebut menjadi motivasi bagi Dinas Kesehatan Banten untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat.

Petugas kesehatan pun terus didorong untuk turun langsung ke lapangan, mendekati masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus mengedukasi pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dengan capaian yang telah menempatkan Banten di posisi kedua nasional, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan untuk memastikan tingginya angka partisipasi tersebut diikuti dengan pemerataan akses, kualitas pelayanan, serta pemanfaatan hasil pemeriksaan sebagai dasar peningkatan derajat kesehatan masyarakat.–(red)

Pos terkait