Di tengah beragam corak pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia, perbedaan pendekatan sering kali melahirkan perdebatan yang tidak produktif. Sebagian kelompok menekankan pembaruan, sementara yang lain memilih menjaga tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad. Dalam situasi seperti itu, Mathla’ul Anwar menawarkan sebuah filosofi sederhana namun sarat makna: “Teu ngantik mareuman obor boga batur, caangan baé obor boga sorangan” (jangan memadamkan obor milik orang lain, nyalakan saja obor milik sendiri).
Di tengah beragam corak pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia, perbedaan pendekatan sering kali melahirkan perdebatan yang tidak produktif. Sebagian kelompok menekankan pembaruan, sementara yang lain memilih menjaga tradisi yang telah diwariskan selama berabad-abad. Dalam situasi seperti itu, Mathla’ul Anwar menawarkan sebuah filosofi sederhana namun sarat makna: “Teu ngantik mareuman obor boga batur, caangan baé obor boga sorangan” (jangan memadamkan obor milik orang lain, nyalakan saja obor milik sendiri).
Berita Utama Lainnya
Headlines
Tag: kader Mathla’ul Anwar
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.

