Tanah Datar, BantenGate.id– Nilai-nilai kepahlawanan tidak lagi hanya dimaknai sebagai keberanian mengangkat senjata di medan perang. Di era modern, semangat kepahlawanan justru hadir melalui kejujuran, kepedulian, disiplin, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itulah yang disampaikan Istri Bupati Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Sosial yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sosial di Batusangkar, Kamis (30/7/2026).
Program bertajuk Pengenalan, Penanaman, dan Penghayatan Nilai-Nilai Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan, serta Restorasi Sosial Tahun 2026 tersebut menjadi wadah untuk menanamkan karakter kebangsaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Ny. Lise Eka Putra hadir didampingi Istri Wakil Bupati Tanah Datar, Ny. dr. Dwinanda Emir. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Tanah Datar Drs. Mukhlis serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tanah Datar Drs. Hendra Setyawan, M.Si.
Dalam arahannya, Ny. Lise Eka Putra menegaskan bahwa makna perjuangan telah mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Menurutnya, pahlawan masa kini adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan melalui tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya.
“Pahlawan masa kini hadir dalam sosok guru yang sabar mendidik, pelajar yang tekun, aparatur yang bekerja jujur, serta masyarakat yang saling menguatkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, semangat kepahlawanan harus terus hidup sebagai nilai yang membentuk karakter masyarakat. Keberanian saat ini bukan hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga melawan berbagai persoalan sosial seperti sikap apatis, ketidakjujuran, dan rendahnya kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, Ny. Lise Eka Putra mengajak generasi muda Tanah Datar untuk tidak berhenti pada mengenal nama-nama pahlawan dalam buku sejarah. Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat perjuangan melalui karya, inovasi, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa.
Ia mendorong kaum muda agar menjadikan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai karakter utama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Nilai kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” pesannya.
Program restorasi sosial yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat. Selain menanamkan semangat kepahlawanan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesetiakawanan sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan, dapat bersama-sama menumbuhkan budaya saling peduli dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat restorasi sosial, nilai-nilai perjuangan para pahlawan diharapkan tidak hanya dikenang sebagai sejarah, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun Tanah Datar yang lebih maju, harmonis, dan berkarakter.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepahlawanan bukan hanya milik masa lalu. Di tengah tantangan zaman, setiap individu memiliki kesempatan menjadi pahlawan melalui kejujuran, kepedulian, dan pengabdian bagi sesama demi kemajuan Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat.–(yenti)








