Serang, BantenGate.id — Kehadiran layanan transportasi publik Trans Banten mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat yang beraktivitas di sejumlah kawasan pelayanan publik di Kota Serang dan sekitarnya.
Salah satu layanan yang mendapat respons positif adalah Trans Banten Koridor 3 dengan rute Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) Ciceri-Terminal Pakupatan-Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menghadirkan transportasi publik yang mudah diakses, terjangkau, sekaligus mendorong masyarakat mulai beralih menggunakan angkutan massal.
Layanan Trans Banten diluncurkan oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Banten pada 4 Oktober 2025.
Sejak diluncurkan, layanan Trans Banten Koridor 3 terus beroperasi dan hingga kini telah melayani sebanyak 187.783 penumpang. Masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut secara gratis.
Trans Banten Koridor 3 beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Rute yang dilalui menghubungkan sejumlah kawasan pendidikan dan fasilitas pelayanan publik sehingga menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang melakukan aktivitas harian.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, layanan Trans Banten merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam menyediakan transportasi publik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Andra berharap layanan tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Menurutnya, rute Trans Banten Koridor 3 melewati sejumlah fasilitas pelayanan publik dan kawasan pendidikan. Di antaranya Polda Banten, BNN Provinsi Banten, KPU Provinsi Banten, BPBD Provinsi Banten, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten, RSUD Banten, Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Banten Jaya (UNBAJA), Poltekkes Kemenkes Banten, serta Universitas Bina Bangsa (UNIBA).
“Banyak sekali area publik yang dilalui. Semoga terus tumbuh dan berkembang,” ujar Andra Soni, Sabtu (1/8/2026)
Andra menambahkan, keberadaan Trans Banten tidak hanya ditujukan untuk menyediakan sarana transportasi, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam menggunakan transportasi massal.
Layanan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk membiasakan penggunaan sistem pembayaran non-tunai atau cashless melalui kartu uang elektronik.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan Trans Banten, Pemprov Banten berharap transportasi massal dapat menjadi alternatif mobilitas sehari-hari, sekaligus mendukung pelayanan publik dan akses pendidikan di wilayah Banten.
Hingga saat ini, Koridor 3 menjadi salah satu layanan yang menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, khususnya kawasan pendidikan dan fasilitas pemerintahan di Kota Serang. Tingginya penggunaan pada jam aktivitas perkuliahan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang mudah diakses dan terjangkau.
Salah seorang pengguna Trans Banten, Cut Mutia Rahma (20), mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menggunakan layanan menuju Kampus Untirta Sindangsari, mengatakan keberadaan Trans Banten sangat membantu mobilitas mahasiswa.
Menurutnya, halte yang mudah dijangkau serta rute yang melewati sejumlah perguruan tinggi membuat layanan tersebut praktis digunakan untuk pergi dan pulang dari kampus.
“Layanan ini mempermudah mobilitas sekaligus menghemat biaya transportasi,” ujar Cut Mutia, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan, Trans Banten sangat membantu kalangan mahasiswa karena rutenya melintasi Untirta, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta sejumlah kampus lainnya di Kota Serang.
Sopir Trans Banten, Agus Suryono (48), mengatakan, ia mengaku senang dapat menjadi bagian dari pelayanan transportasi publik yang disediakan Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Agus, Trans Banten Koridor 3 tidak hanya dimanfaatkan mahasiswa, tetapi juga pelajar, pegawai pemerintah, hingga pegawai RSUD Banten.
Tingkat penggunaan layanan tersebut, kata dia, meningkat ketika aktivitas perkuliahan berlangsung. Bus dari Terminal Pakupatan menuju Untirta Sindangsari kerap dipadati mahasiswa.
Dalam satu perjalanan, jumlah penumpang dapat mencapai sekitar 80 orang. Kondisi itu membuat sebagian penumpang harus berdiri karena kapasitas tempat duduk tidak mencukupi.
“Di akhir pekan, Trans Banten juga sering dimanfaatkan masyarakat saat berkeliling bersama keluarga,” kata Agus saat ditemui di Terminal Pakupatan, Kota Serang.—(adv)








