Wagub Banten Dimyati Tutup MTQ XXIII Tahun 2026, Kabupaten Tangerang Juara Umum 

Wagub Banten Dimyati Tutup MTQ XXIII Tahun 2026, Kabupaten Tangerang Juara Umum 

Serang, BantenGate.id– Wakil Gubernur  (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah,  menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (9/7/2026) malam. Pada ajang tersebut, Kafilah Kabupaten Tangerang berhasil meraih predikat juara umum.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 04/DH/MTQ-XXIII/BTN/Kep./VII/2026 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum, dan Peringkat Kafilah Kabupaten/Kota, Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai juara umum dengan perolehan nilai 759. Piala bergilir MTQ Provinsi Banten diserahkan langsung oleh Wagub Banten kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membentuk generasi Qur’ani di Provinsi Banten.

“MTQ itu nuansanya ukhuwah Islamiyah. Kita berharap anak-anak kita, generasi ke depan, adalah generasi yang Qur’ani. Makanya peran ulama sangat penting,” ujarnya.

Menurut Dimyati, ulama memiliki peran strategis dalam membina dan mendidik generasi muda agar tetap mencintai Al-Quran di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta derasnya pengaruh budaya asing.

“Peran ulama di sini yang paling utama adalah membina dan mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang Qur’ani. Jangan sampai ke depan anak-anak kita tidak bisa membaca Al-Quran karena saking modernnya teknologi dan masuknya budaya asing,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, masyarakat, pemangku kepentingan, dan media dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Quran di Banten.

Selain itu, Dimyati mendorong penerapan muatan lokal pendidikan Al-Quran di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi Banten sebagai upaya memperkuat kemampuan membaca Al-Quran sejak usia dini.

Kepada seluruh peserta MTQ, Dimyati berpesan agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Menurutnya, semakin banyak festival dan kompetisi membaca Al-Quran diselenggarakan, semakin besar peluang lahirnya qari dan qariah berprestasi.

“Kuncinya MTQ itu sebetulnya untuk melatih. Maka perbanyak festival membaca Al-Quran. Semakin banyak festival, semakin banyak orang berlatih. Mudah-mudahan nanti MTQ nasional kita bisa lima besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan MTQ juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama pelaksanaan MTQ dinilai turut menggerakkan roda ekonomi lokal.

“Dengan adanya MTQ kan hidup semua. Itulah mengapa kegiatan keagamaan di antaranya bisa membawa kemakmuran, juga kebahagiaan bersama dengan keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI yang juga Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional, Muchlis M. Hanafi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dan seluruh masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXIII.

Menurutnya, Banten tidak hanya dikenal sebagai daerah religius yang kaya akan pesantren, tetapi juga menjadi salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.

“Banten bukan hanya dikenal sebagai daerah religius dan kaya akan pesantren. Tetapi Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara,” katanya.

Muchlis mengatakan, Banten telah melahirkan banyak ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk Al-Quran, ilmu pengetahuan, dan kemaslahatan umat, salah satunya Syekh Nawawi Al-Bantani yang karya-karyanya hingga kini masih dipelajari di berbagai negara.

Ia juga menilai Banten memiliki kekayaan berupa tradisi sanad Al-Quran yang sangat kuat. Banyak ulama dan qari asal Banten memiliki mata rantai keilmuan Al-Quran yang bersambung dari guru kepada murid hingga Rasulullah SAW.

“Dalam tradisi Islam, sanad bukan sekadar rangkaian nama. Sanad adalah penjaga keaslian bacaan Al-Quran sekaligus jembatan spiritual yang menghubungkan generasi hari ini dengan generasi para sahabat Rasulullah SAW,” ujarnya.

Karena itu, menurut Muchlis, MTQ di Banten tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat warisan ulama, menjaga keaslian bacaan Al-Quran, serta melestarikan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad Al-Quran melahirkan pewaris Al-Quran. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” katanya.

Dalam laporannya, Ketua Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten KH E. Syibli Syarjaya membacakan keputusan dewan hakim yang menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai juara umum dengan nilai 759.

Adapun peringkat kedua diraih Kota Tangerang dengan nilai 614, disusul Kabupaten Serang (549), Kota Tangerang Selatan (542), Kota Cilegon (199), Kabupaten Lebak (133), Kota Serang (90), dan Kabupaten Pandeglang (63).–(red)

Pos terkait