Tangerang, BantenGate.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Program tersebut kini menggandeng 26 perguruan tinggi dan menyasar 1.075 mahasiswa.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja dan pimpinan 26 perguruan tinggi mitra. Kegiatan tersebut disaksikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Ballroom Yasmin, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Senin (31/8/2026).
Dari total 1.075 penerima manfaat, sebanyak 417 mahasiswa merupakan mahasiswa baru, 604 mahasiswa sedang menjalani perkuliahan atau ongoing, dan 54 mahasiswa berada pada semester akhir.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan salah satu program unggulan Pemkab Tangerang di bidang pendidikan yang diarahkan untuk mencetak generasi muda yang unggul, berkualitas, dan memiliki daya saing.
“Hari ini kami bersama Pak Sekda dan jajaran melangsungkan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan 26 perguruan tinggi, yang mana masuk dalam Program Beasiswa Tangerang Gemilang,” ujar Maesyal.
Menurut dia, kolaborasi dengan puluhan perguruan tinggi tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat mengakses pendidikan tinggi.
Maesyal menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, program beasiswa tidak hanya dipandang sebagai bantuan pembiayaan kuliah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi daerah.
“Program ini merupakan investasi kita di bidang pendidikan untuk jangka panjang dalam rangka mempersiapkan generasi penerus yang akan membangun Kabupaten Tangerang di masa depan,” katanya.
Ia berharap seluruh penerima Beasiswa Tangerang Gemilang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal. Para mahasiswa juga diminta bersungguh-sungguh dalam menjalani pendidikan, menyelesaikan studi hingga memperoleh gelar sarjana, serta terus meningkatkan kompetensi dan karakter.
“Mudah-mudahan mereka menjadi sarjana, menjadi pemimpin, dan menjadi SDM unggul yang akan mengisi pembangunan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten bahkan Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Maesyal.
Di sisi lain, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU), Dr. H. Muhamad Qustulani, mengapresiasi kebijakan Pemkab Tangerang yang memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang.
Menurut Qustulani, program tersebut memberikan peluang kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia juga menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kolaborasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tangerang.
Perguruan tinggi, kata Qustulani, tidak hanya memiliki peran dalam memberikan layanan pendidikan kepada penerima beasiswa, tetapi juga bertanggung jawab dalam memberikan pembinaan akademik dan karakter selama mahasiswa menjalani proses perkuliahan.
“Harapan kami, 20 mahasiswa penerima beasiswa yang masuk ke STISNU ini dapat memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh. Mereka harus memiliki semangat belajar, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan nantinya memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Tangerang,” katanya.
Melalui perluasan kemitraan dengan 26 perguruan tinggi tersebut, Pemkab Tangerang menargetkan Program Beasiswa Tangerang Gemilang dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas SDM sekaligus membuka mobilitas pendidikan bagi masyarakat yang selama ini terkendala persoalan ekonomi.
Program itu juga diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan, tetapi mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk terlibat dalam pembangunan daerah.–(red)








