Bupati Tangerang Tinjau Banjir Cisoka, Pastikan Bantuan dan Pembangunan Jembatan 2026

Bupati Tangerang Tinjau Banjir Cisoka, Pastikan Bantuan dan Pembangunan Jembatan 2026
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, meninjau banjir di Desa Nyompok dengan menggunakan perahu karet.--(foto:BG)

Tangerang, BantenGate.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, Jumat (23/1/2026). Banjir tersebut mengakibatkan akses warga terputus akibat jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, camat, serta kepala desa setempat. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan menyiagakan posko kesehatan.

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan, curah hujan yang tinggi dengan durasi cukup lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meningkat hingga meluap dan merendam jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir cukup intens dan berdurasi panjang, sehingga menyebabkan luapan Sungai Cidurian. Akibatnya, jembatan di Kampung Nyompok Girang terendam dan akses masyarakat terputus,” ujar Maesyal Rasyid.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, didampingi Plh Sekda, Iwan Firmansyah, menyerahkan bantuan kepada warga di Desa Nyompok.–(foto: Prokopim)

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok serta menyiapkan layanan kesehatan karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses transportasi.

“Tadi saya tanyakan langsung, warga kesulitan beraktivitas, termasuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kami bersama BPBD menyalurkan bantuan logistik dan membuka posko kesehatan,” katanya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan permukiman agar lebih aman saat terjadi banjir.

“Insyaallah, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan permukiman. Dengan begitu, meskipun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera direalisasikan,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga memastikan akan memberikan bantuan kepada petani yang terdampak banjir, khususnya bagi lahan pertanian yang terendam hingga mengalami gagal panen (puso).

“Dinas Pertanian akan membantu masyarakat dan kelompok tani yang sawahnya terdampak dan mengalami puso,” tambahnya.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama saat melintasi jembatan yang terendam.

“Saya minta masyarakat lebih berhati-hati. Untuk sementara, perahu akan kita siagakan, dan aktivitas sebaiknya dilakukan pagi hingga sore hari, jangan malam,” tuturnya.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menegaskan bahwa jembatan tidak mengalami kerusakan struktural. Terputusnya akses terjadi karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat banjir.

“Perlu kami luruskan, yang terputus itu akses masyarakat, bukan jembatannya. Jembatan masih ada, hanya posisinya terendam saat terjadi luapan sungai,” kata Iwan.

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi lebih tinggi guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Pada tahun 2026 sudah kita anggarkan pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan demikian, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan akses masyarakat tetap aman,” pungkasnya.–(red)

Pos terkait