Jalan Ir. Soetami KM 10 Kampung Sena Tergenang Banjir, Pengendara Terancam Kecelakaan

Jalan Ir. Soetami KM 10 Kampung Sena Tergenang Banjir, Pengendara Terancam Kecelakaan

Lebak, BantenGate.id — Ruas Jalan Prof. Dr. Ir. Soetami di Kampung Sena (KM 10), Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, kembali digenangi banjir seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mengancam keselamatan pengendara yang melintasi jalur penghubung Rangkasbitung–Cikande itu.

Salah satu warga, Iyoria, mengatakan genangan air di badan jalan nasional ini, sering menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan karena kendaraan harus melintas secara bergantian.

“Kalau hujan, airnya hampir menutup jalan. Kendaraan jadi antre dan lewat satu per satu. Ini sering bikin macet dan rawan kecelakaan,” ujarnya, Selasa (4/3/2026).

Keluhan serupa disampaikan Uday, pengguna jalan yang setiap hari melintas menuju kawasan industri di Cikande. Ia mengaku kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitasnya dan membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat genangan menutupi permukaan jalan yang rusak.

“Saya setiap hari kerja lewat sini. Kalau banjir, genangan menutup badan jalan dan lubang tidak terlihat. Kami yang lewat setiap hari merasa tidak aman,” kata Uday.

Menurutnya, genangan air yang cukup tinggi kerap menutupi lubang di badan jalan sehingga pengendara tidak dapat mengantisipasi kondisi permukaan aspal. Dalam beberapa hari terakhir bahkan dilaporkan terjadi kecelakaan akibat pengendara terperosok ke dalam lubang yang tertutup air.

Ruas Jalan Prof. Dr. Ir. Soetami sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Rangkasbitung – Cikande  menuju Jakarta. Tingginya volume kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, membuat genangan air semakin memperparah kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah pusat  (Kementerian PU) segera melakukan penanganan perbaikan drainase maupun peningkatan kualitas badan jalan, agar akses tersebut tidak lagi membahayakan pengguna jalan.--(hendrik)

Pos terkait