Lebak, BantenGate.id– Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) menggelar kegiatan bertajuk “Gelar Boedaja” di Pendopo Malingping, Kabupaten Lebak, pada Sabtu malam (14/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Manifestasi Nilai-nilai Banten Kidoel Sebagai Tjorak Boedaja Tjilangkahan” sebagai upaya mengangkat kembali kekayaan budaya Banten Selatan kepada generasi muda.
Acara yang berlangsung meriah itu menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara mahasiswa, tokoh budaya, dan masyarakat. Sejumlah pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus dan kader IMC dari berbagai tingkatan, Ketua Coordinator Center (CC) IMC Hendrik Arrizqy, S.Kom., Majelis Penasehat CC Sohib Abdul Malik, S.Pd., serta Ketua TTKKBI DPW II Banten Selatan Abah Hedi Sofyan.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN), sejumlah organisasi kemasyarakatan, para pakar budaya, serta awak media yang meliput jalannya acara.
Dalam rangkaian acara, panitia menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, di antaranya pagelaran pencak silat, Tari Tradisional Leumeung, teatrikal debus, puisi reflektif, akustik, hingga monolog yang dibawakan oleh kader IMC bersama para pegiat budaya.
Kehadiran Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Banten Selatan juga menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian masyarakat. Pertunjukan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Tak hanya sebagai hiburan, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat agar dapat berpartisipasi langsung dalam upaya melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya lokal.
Ketua CC IMC, Hendrik Arrizqy mengatakan, kegiatan “Gelar Boedaja” merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milangkala ke-18 IMC. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk menjaga dan mengenalkan kembali kekayaan budaya Banten Kidul kepada generasi muda.
“Giat ini merupakan salah satu agenda rangkaian 18 tahun Milangkala IMC. Output dari Gelar Budaya ini adalah untuk menjaga kelestarian serta mengenang kekayaan nilai-nilai Banten Kidul sebagai corak budaya Cilangkahan,” ujarnya.
Para pelestari budaya dan masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin. Selain memperkuat kebersamaan masyarakat, gelaran budaya tersebut juga dinilai penting untuk menjaga eksistensi warisan budaya Banten Kidul yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Lebak.–(ridwan)








