Sekda Soma Atmaja, Tutup Pelatihan Policy Brief ASN Kabupaten Tangerang

Sekda Soma Atmaja, Tutup Pelatihan Policy Brief ASN Kabupaten Tangerang
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi menutup kegiatan Pengembangan Kompetensi Pelatihan Policy Brief.--(foto: kominfo)

Tangerang, BantenGate.id—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi menutup kegiatan Pengembangan Kompetensi Pelatihan Policy Brief Angkatan I bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Diklat Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Jumat (17/4/2026).

Pelatihan Policy Brief Angkatan I ini diikuti 40 peserta yang terdiri atas Wakil Direktur RSUD, Sekretaris Dinas, Sekretaris Badan, Camat, Sekretaris Kecamatan, serta Kepala Bidang pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ASN, khususnya dalam merumuskan kebijakan yang cepat, tepat, dan berbasis data. Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut ASN tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai perumus kebijakan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mendorong ASN agar mampu menghasilkan policy brief yang tidak hanya tajam secara analisis, tetapi juga solutif dan aplikatif dalam mendukung pengambilan keputusan,” ujar Soma.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ASN tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh karakter dan integritas yang kuat melalui penerapan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values ASN. Setiap policy brief, lanjutnya, harus berorientasi pada pelayanan publik yang akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Dengan mengintegrasikan kemampuan teknis dan nilai-nilai BerAKHLAK, ASN Kabupaten Tangerang diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat dalam integritas dan moralitas,” tambahnya.

Soma berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal transformasi pola pikir dan cara kerja ASN. Ia mendorong para peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing serta memanfaatkan jejaring yang telah terbangun guna mendorong kolaborasi dan inovasi kebijakan.

“Saya harap peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing, serta memanfaatkan jejaring yang telah terbangun untuk mendorong kolaborasi dan inovasi kebijakan ke depan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Kabupaten Tangerang selaku penyelenggara, para narasumber, fasilitator, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin mencerminkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya dalam aspek harmonis dan kolaboratif.

“Terima kasih kepada BKPSDM, narasumber, dan segenap panitia. Penghargaan juga kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, disiplin, dan komitmen. Semoga ini menjadi modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Soma juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” pesannya.

Pada kegiatan tersebut juga diumumkan tiga peserta terbaik Pelatihan Policy Brief Angkatan I ASN Kabupaten Tangerang, yaitu:

  1. dr. Ferry Irwansyah, Wakil Direktur Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan RSUD Balaraja
  2. Dwi Chandra Budiman, Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua
  3. Wahyu Widayati, Kepala Bidang Evaluasi Kinerja dan Pembinaan Aparatur BKPSDM

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Dwi Chandra Budiman selaku Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, menyampaikan terima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan selama kurang lebih tujuh hari tersebut. Ia mengaku memperoleh berbagai materi penting, mulai dari identifikasi masalah, analisis akar masalah, hingga penyusunan solusi kebijakan yang aplikatif.

“Semoga kami bisa mengimplementasikan dengan menggunakan pendekatan ilmu, teoretis maupun praktik, sehingga Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Dwi.–(red)

Pos terkait