Lebak, BantenGate.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai berjangkit di Desa Kaduagung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sejumlah warga dilaporkan menjalani perawatan di RSUD Adjidarmo akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyebaran DBD di lingkungan permukiman.
Salah seorang warga Kaduagung, Ridwan, mengaku sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Adjidarmo sejak Sabtu (18/7/2026) hingga akhirnya diperbolehkan pulang pada Kamis (23/7/2026).
Ridwan menuturkan, selama menjalani perawatan kondisi trombositnya terus mengalami penurunan. Bahkan, petugas medis harus melakukan pengambilan sampel darah hingga enam kali karena pembuluh darahnya semakin sulit diakses.
“Tangan sebelah kiri sudah tidak bisa diambil darah. Tinggal tangan yang dipasang infus yang masih bisa. Total enam kali diambil darah,” ujar Ridwan.
Ia mengaku sempat kehilangan semangat karena trombositnya turun drastis dan dikhawatirkan mengalami komplikasi. Namun setelah mendapat penanganan medis, kondisinya berangsur membaik.
“Alhamdulillah sekarang sudah disuruh istirahat di rumah. Kondisi sekitar 85 persen sudah membaik. Tadinya sempat patah semangat karena trombosit hampir nol dan dikhawatirkan terjadi pecah pembuluh darah. Alhamdulillah trombosit langsung naik,” kata Ridwan.
Menurut Ridwan, selain dirinya terdapat warga Kaduagung lainnya yang juga dirawat akibat DBD. Bahkan di ruang perawatan RSUD Adjidarmo, ia melihat cukup banyak pasien DBD yang berasal dari Kecamatan Cibadak.
“Khusus orang Kaduagung ada saya dan satu tetangga. Sisanya orang Cibadak, jumlahnya puluhan orang,” ungkapnya.
Meningkatnya kasus DBD tersebut memicu keluhan warga terkait belum dilaksanakannya fogging di lingkungan mereka. Warga berharap langkah pencegahan dilakukan lebih cepat agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
Seorang warga mengaku, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pengajuan fogging ke Dinas Kesehatan harus didahului adanya pasien yang telah terkonfirmasi positif DBD.
“Kalau sudah positif DBD atau masih suspek, baru bisa diajukan ke Dinas Kesehatan untuk fogging. Dulu waktu mengajukan malah ditanya sudah ada yang kena atau belum. Karena prosesnya lama, akhirnya kami membayar sendiri kepada petugas penyemprotan,” ujarnya.
Warga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), pemeriksaan jentik nyamuk, edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta pelaksanaan fogging sesuai prosedur apabila telah memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Rohmat, dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, yang dihubungi media ini melalui saluran seluler dan pesan melalui WhatsApp, belum di jawab.
Seorang pegawai Dinkes, mengatakan pihak Dinkes tengah melakukan penanganan di wilayah yang ditemukan kasus DBD. Pada Rabu (22/7/2026), tim Dinas Kesehatan telah melaksanakan fogging di Kampung Dukuh, Kelurahan Rangkasbitung Barat, setelah adanya laporan kasus DBD di wilayah tersebut.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terdapat warga yang diduga terjangkit DBD melalui pemerintah desa atau kelurahan agar dapat diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi dan penanganan sesuai prosedur.
“Kami meminta masyarakat segera melapor kepada pemerintah desa atau kelurahan jika ada kasus DBD. Laporan tersebut akan diteruskan ke Dinas Kesehatan agar dapat segera dilakukan penyelidikan epidemiologi dan tindakan yang diperlukan, termasuk fogging apabila memenuhi ketentuan,” ujar staf yang enggan disebut namanya.–(red)








