Tangerang, BantenGate.id – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong lahirnya 1.000 Duta Al-Qur’an dari Provinsi Banten sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi berkarakter Qurani menuju Indonesia Emas 2045.
Harapan tersebut disampaikan saat menutup Qur’ani Impact Training Banten 2026 yang digelar Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Provinsi Banten di Yasmin Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/7/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 24 hingga 26 Juli 2026, mengusung tema “1000 Duta Al-Qur’an dari Banten untuk Indonesia Emas 2045”. Kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Dimyati memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang dinilainya telah menghadirkan ruang pembinaan keagamaan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, pelatihan seperti ini perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki karakter dan jiwa Qurani.
“Saya rasa ini harus terus dilakukan. Diteruskan supaya masyarakat Indonesia itu jiwanya jiwa Qurani,” ujar Dimyati.

Ia menilai, pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup akan memiliki semangat kebersamaan, akhlak mulia, moral yang kuat, serta spiritualitas yang semakin baik. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan para ustaz dan ustazah yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi pendidik di lingkungan masing-masing.
“Di antaranya mencetak ustaz-ustazah sehingga menjadi trainer. Selanjutnya mereka dapat mendidik masyarakat dan menularkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada yang lainnya,” katanya.
Menurut Dimyati, pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada peningkatan kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ujian kehidupan harus dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas diri. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan bagaimana menghadapi berbagai cobaan dengan kesabaran, keimanan, dan keteguhan.
“Qur’ani Impact ini sangat bagus karena akan mencetak generasi emas ke depan yang hatinya penuh nikmat. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari. Semoga semakin meningkat iman dan takwanya, akhlak budi pekertinya,” ungkapnya.
Selain mencetak kader dakwah, Dimyati menilai program tersebut memiliki peran strategis dalam mengurangi angka buta huruf Al-Qur’an yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Menurutnya, masyarakat Banten yang dikenal religius harus mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami maknanya, kemudian mengimplementasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau Banten iman dan takwa, berarti harus paham Al-Qur’an, bisa membaca, memahami artinya, dan mengamalkannya. Saya yakin orang yang mengamalkan Al-Qur’an akan menjadi pribadi yang paripurna,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Qur’ani Impact Training Banten 2026, Ibah Surahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memperkuat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan buta huruf Al-Qur’an masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui gerakan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia berharap seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat kembali ke daerah masing-masing dan menjadi motor penggerak dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat.
“Kami berharap para peserta nantinya kembali ke daerah masing-masing dan mampu menjadi penggerak dalam menuntaskan buta huruf Al-Qur’an di lingkungan mereka,” ujarnya.
Ibah menambahkan, selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, pelatihan juga membekali peserta dengan materi pembentukan karakter. Menurutnya, bangsa Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi tantangan literasi Al-Qur’an, tetapi juga krisis moral yang membutuhkan perhatian bersama.
Melalui pembinaan intensif selama tiga hari, para peserta diharapkan memiliki bacaan Al-Qur’an yang lebih baik, hafalan yang bertambah, akhlak Quraniah yang semakin kuat, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap para kader semakin baik bacaan Al-Qur’annya, bertambah hafalannya, memiliki akhlak Quraniah yang kuat, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.–(red)








