Lebak, BantenGate.id – KKN Nusantara Kelompok 1 bersama siswa SMK Muhammadiyah 1 Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, menggelar aksi penghijauan melalui penanaman bibit di lahan samping sekolah, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh peserta KKN Nusantara, anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan siswa kelas X, XI, serta XII dan didampingi dua guru SMK Muhammadiyah 1 Leuwidamar, ujar Layla Amal Mahgfiroh, mahasiswa peserta KKN dari UIN Walisongo, Semarang, pada Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 11 bibit tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut. Bibit yang ditanam terdiri atas nangka, mangga, durian, dan petai. Penanaman dilakukan bersama di lahan yang telah disediakan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi ekoteologi bertajuk “Membangun Kepedulian terhadap Lingkungan” yang sebelumnya dilaksanakan KKN Nusantara Kelompok 1 di sekolah tersebut.
Sosialisasi menjadi tahap awal untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Pemahaman tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi nyata dengan menanam dan merawat bibit secara bersama-sama.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat SMK Ekoteologi Eco-Green yang mendorong terbentuknya kesadaran siswa untuk menjaga lingkungan melalui kebiasaan dan tindakan nyata.
Lingkungan tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dijaga, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk terlibat langsung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, asri, dan berkelanjutan.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari menyiapkan lahan, membuat lubang tanam, menanam bibit, hingga menutup kembali tanah di sekitar tanaman.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai ekoteologi dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang melibatkan siswa secara langsung.
Menurut Layla Amal Mahgfiroh, siswa SMK Muhammadiyah 1 Leuwidamar telah memahami tahapan penanaman bibit sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
“Siswa di sini sudah paham bagaimana melakukan tahapan penanaman bibit dengan benar, sehingga memudahkan kami dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka juga terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap proses penanaman,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena aksi penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi perlu dilanjutkan dengan perawatan agar tanaman dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Penanaman 11 bibit tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Pihak sekolah dan siswa diharapkan dapat merawat tanaman yang telah ditanam sehingga menjadi bagian dari budaya eco-green di lingkungan sekolah.
Selain membuat lingkungan sekolah lebih hijau dan asri, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian alam melalui pengalaman langsung.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Nusantara Kelompok 1 dan SMK Muhammadiyah 1 Leuwidamar berupaya menghubungkan edukasi dengan aksi nyata. Penanaman 11 bibit menjadi langkah sederhana dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, nyaman, dan berkelanjutan.
Kegiatan itu sekaligus memperkuat semangat ekoteologi Eco-Green dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami pentingnya kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.—(ridwan)








