DPKP Kabupaten Tangerang Uji Coba Tanam Padi Sistem Tabela, Targetkan Produktivitas 10 Ton per Hektare

DPKP Kabupaten Tangerang Uji Coba Tanam Padi Sistem Tabela, Targetkan Produktivitas 10 Ton per Hektare
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, dipesawahan Klebet.--(Foto: ist)

Tangerang, BantenGate.id– Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Dr. Ujang Sudiartono, mendorong penerapan teknologi pertanian modern melalui uji coba penanaman padi sawah dengan sistem Tabur Benih Langsung (Tabela) di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri.

Uji coba tersebut dilaksanakan pada lahan Demonstration Plot (Demplot) milik Kelompok Tani Klebet Pabuaran, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan Tahun Anggaran (TA) 2026 sekaligus upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Klebet, Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, serta perwakilan kelompok tani setempat.

Ujang Sudiartono mengatakan, DPKP Kabupaten Tangerang menginisiasi penanaman padi varietas Ciherang pada lahan seluas satu hektare di area demplot tersebut. Pelaksanaannya dilakukan bersama Pemerintah Desa Klebet dan penyuluh pertanian setempat.

“DPKP selaku pelaksana program menginisiasi penanaman padi sawah varietas Ciherang di lahan seluas satu hektare, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Klebet serta Penyuluh Pertanian setempat,” ujar Ujang, di kantornya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Ujang, penerapan sistem Tabela merupakan bagian dari dukungan terhadap Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS). Teknologi tersebut diharapkan dapat mengubah pola budidaya padi yang selama ini masih banyak dilakukan secara konvensional.

Ujang menilai penggunaan alat tanam Tabela dapat memberikan efisiensi dalam proses budidaya, terutama dari sisi waktu, tenaga, dan biaya produksi.

“Dengan sistem tanam benih langsung ini, petani dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya, sekaligus meningkatkan hasil produksi demi mewujudkan pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, mengatakan keberadaan demplot tersebut tidak hanya ditujukan untuk menguji penerapan teknologi Tabela, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan kelompok tani.

Menurut dia, sistem Tabela yang diterapkan di Desa Klebet merupakan yang pertama kali dilakukan oleh petani di Kabupaten Tangerang.

“Penanaman padi sawah melalui sistem Tabela ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh petani di Kabupaten Tangerang,” kata Abdul Munir.

Ia menjelaskan, selama ini petani umumnya menggunakan metode konvensional dengan melakukan persemaian benih terlebih dahulu selama sekitar 20 hari sebelum dipindahkan ke lahan sawah.

Melalui sistem Tabela, proses tersebut dapat dipangkas. Benih cukup direndam selama satu hari, kemudian ditaburkan langsung ke lahan menggunakan teknologi alat tabur.

“Biasanya, petani kita menanam padi secara tradisional dengan menyemai benih selama 20 hari sebelum ditanam. Melalui Tabela, benih cukup direndam selama satu hari kemudian ditabur menggunakan teknologi alat tabur,” jelasnya.

Abdul Munir menambahkan, efisiensi waktu dalam proses tanam tersebut diharapkan berdampak terhadap penurunan biaya produksi. Selain itu, penerapan teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.

DPKP Kabupaten Tangerang menargetkan penerapan sistem tersebut dapat mendorong produktivitas hingga mencapai 10 ton gabah per hektare.

“Ke depannya, selain di Desa Klebet, DPKP juga akan memperluas pelaksanaan demplot padi di berbagai lokus Desa Mandiri Pangan TA 2026 lainnya,” ujarnya.

Perluasan demplot tersebut akan dilakukan di sejumlah desa, yakni Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya; Desa Pagenjahan, Kecamatan Kronjo; Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk; serta Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.

Melalui pengembangan demplot di sejumlah wilayah tersebut, DPKP Kabupaten Tangerang berharap petani semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam kegiatan budidaya. Penerapan sistem Tabela juga diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian daerah.-(red)

Pos terkait