Ironi!….Jalan Rabat Beton Pajagan-Koranji Baru, Belum Lama Dikerjakan Sudah Mengelupas

Ironi!....Jalan Rabat Beton Pajagan-Koranji Baru, Belum Lama Dikerjakan Sudah Mengelupas
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji di Kampung Tanjakan Kencud, belum lama dibangun sudah rusak.--(Foto: SUnarya)

Lebak, BantenGate.id – Pembangunan jalan rabat beton ruas Pajagan–Koranji di Kampung Tanjakan Kencud, Desa Kebon Cau, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan. Jalan yang baru selesai dibangun tersebut dilaporkan mulai mengalami kerusakan pada sejumlah bagian permukaan beton.

Kondisi itu dinilai ironis mengingat proyek infrastruktur tersebut menggunakan anggaran daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp696.329.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Nawasena Adhya Pratama berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 600.1/18-PPK/PK/PJ-BM/DPUPR/APBD 2026, dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Pantauan dan keluhan warga terkait kondisi jalan tersebut kembali mencuat pada Senin (7/9/2026). Sejumlah bagian permukaan beton disebut mulai mengelupas, berlubang dan terdapat kerikil yang terlepas dari badan jalan.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menduga kualitas pekerjaan jalan tersebut belum sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebetulnya baru satu minggu lebih, tapi karena diduga dikerjakan asal-asalan, ditambah lokasi ini berada di perkampungan yang jauh dari jangkauan pusat pemerintahan sehingga tidak terpantau atau terawasi, maka hasilnya amburadul,” ujar warga tersebut.

Menurutnya, kerusakan pada permukaan jalan dapat membahayakan pengguna kendaraan, terlebih ruas tersebut memiliki kondisi menanjak.

“Bisa dilihat secara kasat mata, kerikil-kerikil pada berantakan. Ini akan membuat pengendara bisa tergelincir jatuh,” katanya.

Ia juga menyebut sejumlah bagian beton telah mengalami pengelupasan dan lubang meski usia pekerjaan masih sangat baru.

“Ini baru kurang lebih seminggu betonan sudah mengelupas dan berlubang. Posisi jalan menanjak membuat motor ngoser atau selip,” ujarnya.

Selain kondisi permukaan, warga juga mempertanyakan ketebalan lapisan beton yang dikerjakan di lokasi tersebut.

Menurut keterangan warga, berdasarkan informasi spesifikasi pekerjaan yang diketahuinya, ketebalan beton seharusnya mencapai sekitar 15 sentimeter. Namun, di duga terdapat bagian jalan yang ketebalannya hanya berkisar 8–10 sentimeter.

Anggota Komisi II DPRD Lebak, H. Karim, menerima laporan dari masyarakat, sudah melakukan peninjauan ke lokasi proyek pada Sabtu (5/9/2026). Ia sangat mengaku prihatin dengan hasil pembangunan betonisasi tersebut yang di duga dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.

“Kami akan segera meminta penjelasan Kadis PUPR Lebak, sehubungan dengan pelakanaan proyek pembangunan jalan tersebut, ” kata H. Karim

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Hamdan, menyatakan pihaknya sudah memanggil pelaksana pekerjaan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Kami sudah memanggil pelaksana pembangunan jalan tersebut dan meminta untuk segera diperbaiki sesuai dengan kontrak. Untuk sementara pembayaran ditangguhkan sampaid dengan kualitas jalan sesuai dengan RAB,”kata Hamdan, Selasa (8/9/2026).

Wartawn BantenGate.id,  sudah  menghubungi  penanggungjawab pelaksana proyek rabat beton ruas Pajagan–Koranji di Kampung Tanjakan Kencud, Desa Kebon Cau,  CV Nawasena Adhya Pratama, belum berhasil.

Masyarakat berharap masa pemeliharaan tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memastikan seluruh bagian pekerjaan memenuhi standar teknis sebagaimana yang tercantum dalam kontrak.—(sunarya)

Pos terkait