Tanah Datar,BantenGate.id — Bunda Literasi Kabupaten Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, menghadiri hari kedua Seminar Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru Literasi serta Digitalisasi Pembelajaran yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Tanah Datar, Di Gedung Nasional Suri Maharajo Di Rajo, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru dalam literasi serta digitalisasi pembelajaran untuk menyongsong pembelajaran bermutu tersebut berlangsung di Gedung Nasional Suri Maharajo Di Rajo, Kabupaten Tanah Datar.
Dalam sambutannya, Ny. Lise Eka Putra yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar mengatakan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi rangkaian agenda, tetapi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang relevan, bermakna, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, sekolah harus terus bergerak, guru harus terus bertumbuh, dan pembelajaran harus berinovasi,” ujar Lise.
Menurutnya, tema seminar mengenai literasi dan pembelajaran digital memiliki arti penting dan strategis bagi dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tanah Datar, saya memandang tema seminar hari ini sangat penting dan strategis, yaitu literasi dan pembelajaran digital,” katanya.

Lise menjelaskan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan untuk memahami, mempertanyakan, menyaring, hingga menggunakan informasi secara bijak.
“Literasi adalah kemampuan membaca, memahami, mempertanyakan, menyaring, lalu menggunakan informasi dengan bijak,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendidikan bermutu tidak hanya ditandai dengan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, rasa percaya diri, rasa ingin tahu, dan semangat belajar pada peserta didik.
“Pendidikan bermutu adalah ketika seorang anak pulang sekolah bukan hanya membawa ilmu, tetapi juga membawa rasa percaya diri, karakter, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk terus belajar,” tuturnya.
Dalam konteks pembelajaran digital, Lise menekankan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk mendukung proses pendidikan. Sementara literasi menjadi kemampuan yang harus terus dikembangkan dan guru tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Saya percaya teknologi adalah alat, literasi adalah kemampuan, tetapi guru adalah jiwa dari pendidikan. Gunakan literasi untuk mempertajam cara berpikir dan gunakan hati kita untuk tetap memanusiakan pendidikan,” katanya.
Lise juga mengapresiasi KGBN Kabupaten Tanah Datar yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut selama dua hari. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh para peserta tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan di sekolah dan dibagikan kepada guru lainnya.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama dua hari ini tidak berhenti di ruangan seminar, tetapi dibawa pulang ke sekolah, dipraktikkan di ruang kelas, dibagikan kepada guru-guru lainnya, dan manfaatnya dirasakan oleh anak didik kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Dr. Alfi Hidayatullah, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada KGBN yang telah membantu pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
“Terima kasih kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara yang telah membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, sehingga apa yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah untuk melanjutkan pendidikan yang bermutu bisa terlaksana, khususnya di Kabupaten Tanah Datar,” kata Alfi.
Menurut Alfi, peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Tanah Datar menghadapi perubahan zaman. Guru saat ini berhadapan dengan peserta didik dari generasi milenial, Gen Z, hingga generasi Alfa yang memiliki karakter dan kebutuhan pembelajaran berbeda.

Ia menyebut terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, mulai dari kompetensi pedagogik, profesional, sosial, hingga kepribadian.
“Kompetensi yang wajib dimiliki guru hebat adalah kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan untuk mengelola kelas. Kompetensi profesional, yakni menguasai materi secara akurat. Kompetensi sosial, bagaimana kita berkolaborasi dan berkomunikasi dengan orang lain, masyarakat, kepala sekolah, dan anak didik,” jelasnya.
Selain kompetensi tersebut, Alfi mengatakan Bupati Tanah Datar juga menekankan pentingnya “kompetensi hati”, yakni membangun akhlak mulia dalam mendidik anak-anak Tanah Datar yang memiliki akar budaya dan adat yang kuat.
“Anak-anak Tanah Datar berbudaya kuat dalam adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK). Tertompang harapan kepada Bapak/Ibu di sekolah untuk membersamai anak-anak kita. Mari kita bergerak untuk pembelajaran bermutu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Metria Eliza, M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan seminar selama dua hari sehingga dapat berjalan dengan baik.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para peserta dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah, terutama dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital.
“Semoga KGBN dapat menjadi wadah bagi guru-guru untuk selalu belajar dan berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Tanah Datar,” harap Metria.
Seminar hari kedua tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, organisasi media PWI dan KWRI, para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta tamu undangan lainnya.
Sejumlah pemateri juga hadir memberikan materi, di antaranya Tarmizi, S.Pd.I., M.M., Muhammad Subhan selaku penggiat literasi, serta Andre Agasi, S.Pd., M.Kom., yang menyampaikan materi terkait pembelajaran digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahirman, S.Ag. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Pasambahan oleh Sanggar Seni Rampak Sapayuang dari UPT SMPN 3 Sungayang.
Melalui kegiatan tersebut, KGBN Tanah Datar mendorong kepala sekolah dan guru untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya literasi, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang bermutu bagi peserta didik.—(yen)








